
Makanan pedas segar menjadi andalan kuliner Kabupaten Blitar. Menukotok Ikan Kutuk asap pun menjadi salah satu menu wajib yang harus dicicipisaat berkunjung ke tanah kelahiran Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarnoini.
Blitar merupakan salah satu kabupatean di Provinsi JawaTimur yang memiliki letak strategis antara Malang Raya dan Kediri. Blitardijuluki sebagai Kota Proklamasi karena disanalah Bapak Proklamator Indonesia, Ir.Soekarno atau biasa disebut Bung Karno lahir dan dimakamkan.

Kota ini menyimpan banyak sejarah masa lampau yangberhubungan dengan keluarga Bung Karno dan jejak-jejak peperangan menjelangkemerdekaan negeri ini seperti wisata makam Bung Karno, Istana Gebang (RumahBung Karno), dan beberapa candi sejak jaman Belanda yang tersebar di tanahBlitar. Selain kental akan sejarah, ternyata Blitar juga memiliki daya tarikberupa wisata kuliner yang beranekaragam.
Para wisatawan yang berkunjung ke Blitar umumnya akanmenyempatkan waktu untuk mencicipi kuliner khas Kota Bung Karno ini. Kulinerkhas Blitar memiliki ciri khas pedas dan gurih untuk makanan dan segar untukminumannya.
Bila bosan dengan menu pecel, uceng dan blendi tewel, ada lagi pilihan yang sangat khas dan special yaitu kotok kutuk asap. Kutuk adalah sebutan jamak masyarakat Blitar untuk ikan gabus.
Dilihat dari tampilannya, masakan kotok mirip olahan yangdikenal mangut. Kaya rempah dan santan kental. Seperti masakan khas Blitar padaumumnya, rasa pedas gurih mendominasi. Cabai utuh dan tomat hijau menghiasipenyajian kotok, membuat yang melihat tergoda akan sensasi pedas, asam dangurihnya.
Seperti Warung Bu Saini di Jalan Raya Kediri-Blitar, No.111Kalipucung, Kec. Sanan Kulon, Kabupaten Blitar, ini. Setiap hari, sebanyak 30-40ekor ikan kutuk dimasak kotok. Menu andalan ini selalu habis tiap harinya. "Banyakyang suka. Ini memang masakan andalan kami. Resepnya merupakan warisan dari ibusaya, Saini ," ujar Sulami yang melanjutkan usaha keluarganya ini.
Proses memasak kotok, sebelum dicampur bumbu, kutuk (ikangabus) diasapi hingga masak terlebih dulu. Ini agar kandungan Albuminnya tidakhilang. Harga seporsi kotok kutuk Rp30 ribu. Dibanding jenis makanan lainmemang tergolong mahal. Namun hal ini tidak mengurangi minat para pembelimenikmati kelezatan dan khasiatnya untuk kesehatan.Menurut Sulami, hargakulakan kotok segar memang mahal, sekitar Rp 90.000/Kg nya.
Untuk mendapatkan ikan kituk segar dia memiliki distributor dari Lamongan, Sidoarjo dan Blitar. “Kalau mengandalkan yang Blitar saja belum tentu ada. Bahkan bulan kemarin hampir satu bulan penuh menu kutuk tidak ada karena ikannya memang sedang langka,” katanya.
Sulami bercerita, sang nenek memulai usaha ini sejak tahun1966. Saat itu ikan kutuk masih banyak di Blitar. Awalnya kotok kutuk buatanSaini hanya dikonsumsi oleh keluarga sendiri. Seiring berjalannya waktu, Sainimembuat warung di rumah dan ternyata masakannya sangat digemari tetanggasekitar.
“Mulailah pengunjung yang ke Blitar mampir ke sini untukmakan. Dan Alhamdulillah saya bisa meneruskan sampai sekarang,” tutur Sulami.Kunci rahasia masakannya adalah pada bahan-bahan yang segar. Mulai dari cabe,tomat hingga ikan kutuknya dipastikan baru.
Meski harganya relatif mahal, tapi para penggemar kutuktetap mencari menu kesukaan mereka ini. "Tidak semua warung jualan kotokkutuk. Di Blitar setahu saya hanya di sini yang enak. Sebandinglah kalauharganya. Memang enak dan bagus untuk kesehatan. Capek-capek bisa hilang kokdan pasti habis makan gobyos saking pedasnya," tutur Rudi, seorangpelanggan asal Surabaya.
Kotok kutuk, selain sangat lezat memang bermanfaat untukkesehatan. Jurnal medis menuliskan, ikan gabus (Channa striata) dikenalmemiliki jenis kandungan gizi yang lebih tinggi.Kandungan protein ikan gabussebesar 25,5%, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kadar protein dari ikanbandeng (20,0%), ikan mas (16,0%), ikan kakap (20,0%), maupun ikan sarden(21,1%).
Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicoba untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit seperti kanker, stroke, gagal ginjal, diabetes mellitus hingga pengobatan pasca operasi.(dya)