
LAMONGAN (Lenteratoday) -Sekelompok pemuda bikin ulah. Setelah menenggak miras mereka melakukan teror sebuah kafe di Desa Kedangsemangkon, Kecamatan Paciran, Lamongan.
Kegaduhan bermula saat para pemuda asal Kecamatan Brondong mendatangi Kafe Aola dengan keadaan mabuk miras jenis tuak.
Tiba di kafe, salah satu dari kawanan pemuda itu menyanyikan lagu. Ketika bernyanyi ternyata suaranya kurang merdu. Petugas kafe pun melarang dan memintanya untuk turun panggung.
Merasa tersinggung, pemuda tersebut marah dengan pihak cafe dan tak lama kemudian baku hantam terjadi.
Suasana seketika jadi mencekam. Pengunjung lain segera menyelamatkan diri lantaran kursi dan meja yang berterbangan.
Kapolsek Paciran AKP Supardi mengungkapkan dalam kejadian tersebut telah mengamankan 2 pelaku. Mereka dinilai telah mengganggu situasi, kemanan dan ketertiban masyarakat.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, hanya dua yang dinyatakan sebagai pelaku yakni MZ (18) dan Nr (20) warga Desa Lohgung Kecamatan Brondong, Lamongan," ungkapnya, Minggu (13/06/2021).
Sementara itu, Pemilik Cafe Aola Pradita Aditya menerangkan kejadian itu terjadi secara tiba-tiba, dan kerugian material yang dialami cukup besar dalam Insiden itu.
"Properti pelengkap, meja dan kursi banyak yang rusak termasuk gelas dan alat lainya," papar Adit.
Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa dalam. Kerugian ditaksir ratusan ribu rupiah (Adit)