05 April 2025

Get In Touch

Kampung Bendera Darmokali, dari Surabaya untuk Negeri

Kampung Bendera Darmokali, dari Surabaya untuk Negeri

Setiap memasuki bulan Agustus, nuansa Merah Putih tumplek blek di setiap sudut kota,termasuk Surabaya. Semangat kemerdekaan ini pun ditangkap sebagai celah bisnis olehwarga RW 2, Darmokali, Wonokromo. Menyediakan berbagai pernak pernik peringatankemerdekaan, wilayah ini pun kini kondang sebagai Kampung Bendera.

Kreativitas wargadi Surabaya memang patut diacungi jempol. Berbagai kampung unik tersebar di KotaPahlawan. Mulai dari Kampung Lontong, Kampung Kue, Kampung Anthena dan yang saatbulan kemerdekaan Indonesia pasti ramai adalah Kampung Bendera.

Memasuki kawasanRW 2 Darmokali, Kec. Wonokromo Surabaya, berbagai pilihan pernak-pernik agustusanterpajang rapi di hampir semua rumah warganya. Memanfaatkan teras yang disulapmenjadi kios, bendera merah putih dengan berbagai ukuran, umbul- umbul hinggalampion merah putih pun dijual. Ada setidaknya 28 kios pedangan bendera didaerah tersebut. 

Sebagaijujugan belanja aksesoris agustusan, walhasil daerah tersebut dijuluki sebagai KampungBendera.Julukan ini baru muncul sekitar 3 tahun yang lalu melalui media sosial. “Dariberbagai media, dari media elektronik, cetak apapun. Kita dikasik nama kampungbendera, saya lihat di youtube. Oh ternyata itu kampungku. Penamaan kampungbendera berawal dari media sosial,” jelas salah satu pelopor Kampung Bendera,Masrukin.

Tak hanyamenjual, sejak 1972 ia dan keluarganya memproduksi sendiri bendera merah putih.Masrukin merupakan produsen bendera pertama yang ada di kawasan tersebut. 

Seiringpeningkatan permintaan, dia pun memasok bendera dari konveksi Bandung karenakewalahan bila harus menjahit sendiri.

“Duluawalnya jahit celana pendek, setelah itu diajak saudara jahit bendera sampaibuka produksi sendiri dan dikenal banyak orang,” jelasnya. 

Masrukin pundibantu keempat anaknya ikut mendistribusikan bendera yang diproduksi.

Salah satuputranya yang meneruskan usahanya adalah Moch. Solikin. Solikin menjelaskan pihaknyatelah menjadi distributor yang melayani permintaan bendera dari berbagaidaerah. Diantaranya  ke Madiun, Probolinggo, Pasuruan, Lumajang  dan permintaan terbanyak dari kota Tuban, Lamongan,Gresik. Sementara pengiriman luar  pulau yaitu ke Kalimantan hingga Fak-Fak, Papua.

“Ada warga TimorLeste juga beli di kami. Padahal sudah pisah dari Indonesia, tetapi katanya diasuka dengan bendera Indonesia makanya sampai beli di kampungkami,”jelasnya. 

Solikinbercerita berawal dari usaha sang ayah tersebut, akhirnya warga sekitar inginikut berjualan. Ia menceritakan kalau usaha berjualan bendera merah putih ini sebenarnyatelah dilakukan warga sejak puluhan tahun lalu. Faktanya mereka banyak yang berjualanuntuk usaha orangtuanya. Namun memang baru viral beberapa tahun terakhir.

“Setiaptahun jelang perayaan agustusan, omzet diakui selalu meningkat. Untuk prosesproduksi sendiri dilakukan setiap selesai Agustusan. Ia memilih berlibur hinggasatu bulan dan akan baru akan memproduksi bendera lagi di Oktober. Jadi Novemberbertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan kami sudah siap jualan,” terangnya.Hargayang ditawarkan cukup beragam, mulai harga Rp 2.000 sampai Rp 250.000tergantung ukurannya.

Tersohorya KampungBendera ini diakui oleh salah satu pembeli, Solekha. Dia mengatakan menjualkembali bendera yang dibeli. “Iya saya pembeli grosir, karena disini harganyalebih murah dan bisa dijual kembali, kualitas yang diberikan juga bagus,”katanya. 

Pembeli lainbernama Wulan mengaku memborong pernak-pernik agustusan untuk kantornya. “Kalauini saya beli untuk keperluan kantor, karena kantor minta bendera yang bagusdan hiasan buat kantor makanya saya beli disini, karena terkenal murah danbanyak pilihan,” tuturnya.(ard/ace)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.