
Surabaya - Untuk mencegah terjadinya banjir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membangun mini bozem di depan TVRI Jawa Timur, Jl. Mayjend Sungkono No. 124, Kota Surabaya.
Mini bozem tersebut dibuat di ruang terbuka hijau agar dapat menampung limpahan air hujan dari kawasan Dukuh Kupang. Pembangunan mini bozem sudah dilakukan sekitar seminggu lalu.
Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUMP) Kota Surabaya, Erna Purnawati mengatakan, bahwa lahan milik Pemkot Surabaya yang berada di depan TVRI digunakan sebagai tampungan air. “Tampungan sebentar, untuk mengurangi beban (aliran air) yang ke bawah,” kata Erna, Minggu (26/1/2020).
Mini bozem yang di bangun pemkot berukuran 50x15 meter dengan kedalaman di sisi utara 3 meter, sedangkan selatan 2 meter. Rencananya untuk mempercepat proses pengerjaan pihaknya juga menerjunkan beberapa alat berat, beserta puluhan petugas DKRTH dan DPUBMP. “Seminggu lagi kita targetkan selesai,” kata Erna.
Erna menambahkan, di sekitar mini bozem akan dilengkapi taman rerumputan dan tanaman perdu, sehingga terlihat rindang. “Karena menggunakan alat sendiri dan semuanya kita kerjakan sendiri, jadi gak pakai anggaran,” jelasnya.
Cara kerja bozem ini, lanjut Erna, jika tampungan air di mini bozem sudah penuh, maka limpahan air akan turun ke bawah melewati crossing saluran di depan kantor Yamaha. Kemudian, air mengarah ke brandgang Java Paragon dan selanjutnya ke Darmo Park. Ia mengakui, beberapa waktu lalu, saat terjadi hujan lebat hingga mengakibatkan genangan di sekitar Jalan Mayjend Sungkono, karena disebabkan adanya bottle neck di depan Darmo Park.
"Bottle neck terjadi karena ukuran box culvertnya 2x2 meter, namun di depan Darmo Park 60x60 cm," katanya.
Waktu itu, pihaknya mengaku sudah melakukan lelang beberapa kali, namun terkendala dengan gardu PLN, dan kabel Fiber Optic (FO) yang begitu banyak. "Akhirnya, kemarin kita bongkar, kabel FO kita tarik terus dimasukkan ke box culvert. Mudah-mudahan airnya lancar,” pungkasnya. (ard)