
Setiap menjelang hari raya Idul Adha Surabaya selalu diserbu oleh pedaganghewan kuran dari berbagai daerah. Masyarakat pun bisa memilih kambing, dombadan sapi sesuai keinginan dan anggaran yang dimiliki.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau kepada masyarakat untuk ikutandil dalam meneliti kesehatan hewan kurbannya. Meski dipastikan dalam sidakyang dilakukan, tidak ditemukan hewan kurban yang menderita sakit berbahaya diKota Pahlawan ini.
Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Penyuluhan, Meita Ireno ditemui saatsidak di Mulyorejo, Kenjeran, pagi tadi memberikan tips memilih hewan kurban secarakasat mata. Mulai dari ciri-ciri bulunya yang tidak kusam, sinar mata, hidung,gerakannya yang lincah.
“Gerakannya yang lemes-lemas itu berarti agak tidak enak badan, bulunya tidakkusam, matanya bersih, sekitar hidung tidak ada bekas kotoran, anusnya bersihtidak ada bekas kotoran. Karena ini hari pertama, kalau sudah mendekati IdulAdha bisa saja kurang enak badan karena faktor udara dan makanan, paling stresdan diare,” jelas dia.
Untuk mengetahui kelayakan dari hewan kurban pun, harus diketahui umur sapimaupun kambing. Untuk sapi siap kurban berumur 2 tahun, sedangkan kambingberusia 1 tahun.
“Jika ingin mengetahui umurnya dilihat dari gigi. Kalau kambing 1 tahunterdapat empat gigi, diantaranya dua gigi besar dan dua gigi kecil. Kalau sapi,terdapat empat gigi tanggal,” ujarnya. Di tahun ini, ia memastikanakan melakukan pemeriksaan di semua tempat penjual hewan kurban di Surabaya.Untuk angka pasti tempat penjualannya, Meita belum dapat memastikan. Hanyasaja, jika dilihat dari tahun 2018 terdapat 100 lebih titik lokasi.(est)