
MADIUN (Lenteratoday) - Kepala Lapas Kelas IIA Madiun (Lasdaun), Ardian Nova memberikan penghargaan kepada pegawai lapas teladan bulan April 2021. Penghargaan tersebut diharapkan dapat memicu agar petugas lain dapat lebih semangat dalam bekerja mengayomi masyarakat.
Kalapas Ardian mengatakan bahwa program tersebut telah diagendakan semenjak dirinya menjadi pucuk pimpinan di Lapas Kelas IIA Madiun. Program tersebut berjalan setiap bulan dengan evaluasi langsung dari tim yang telah dibentuknya.
"Kita gak pandang pejabat atau staff. Ada tim supervisi sendiri, tim kepegawaian. Melihat absensi, kedisiplinan yang bersangkutan. Track record kerjanya juga bagus," jelas Ardian kepada Lenteratoday, Rabu (12/05/2021).
Penghargaan bulan April 2021 diberikan kepada Adam dan Umar sebagai komandan rutan. Kedua petugas tersebut telah memberikan kontribusi dalam koreografi yel-yel dan jinggle lagu wilayah bebas korupsi (WBK).
"Track recordnya gak ada pelanggaran disiplin. Yang bersangkutan rajin. Jadi kita beri penghargaan," imbuhnya.
Sebagai penghargaan, kedua petugas teladan diberikan sertifikat dari Kalapas Kelas IIA Madiun. Kalapas Ardian mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi setinggi-tingginya. Agar petugas teladan dapat menjaga prestasinya untuk bulan-bulan berikutnya.
"Tentunya yang sudah dapat. Itu suatu prestasi yang membanggakan. Tapi kita tidak boleh jumawa. Nyamuk mati karena tepuk tangan. Jangan sampai kita lupa diri. Bagi yang belum dapat. Kita merangsang segala sesuatu yang positif dari kantor," tandasnya.

Sementara itu, terkait dengan pelaksanaan takbir, Ardian Nova masih menunggu instruksi khusus terkait ijin pelaksanaan takbir dan sholat Ied. Hal tersebut mengingat perbedaan situasi akibat pandemi Covid-19.
Dia menjelaskan bahwa edaran dari pusat nantinya tetap akan disesuaikan dengan keadaan di daerah masing-masing. Sehingga peraturan dari pusat dapat berjalan beriringan tanpa harus melanggar aturan dari Pemerintah Daerah.
"Disini juga menunggu surat edaran dari direktorat. Tahun kemarin gak ada takbiran," kata Ardian Nova.
Sebelum adanya pandemi Covid-19, takbir dan sholat ied diijinkan dilaksanakan di dalam area lapas. Namun demikian tidak semua napi dapat melaksanakan takbir dan sholat ied. Karena untuk menjaga kondusifitas di dalam lapas.
"Cuma terbatas dari jam berapa sampai jam berapa. Gak bisa semua. ada pembatasan. Karena kita memperhatikan kekuatan petugas," ujarnya.
Ardian menjelaskan bahwa secara pribadi dia mengijinkan pelaksanaan takbir dan sholat ied. Namun sebagai Kalapas, dia tetap menunggu kebijakan dari Pusat.
"Kasian mereka waktu lebaran posisi di penjara masak suasana lebaran mereka gak merasakan. Sholat ied. besok yang mau sholat monggo. Semuanya intern, Khotibnya dari Kemenag," tutupnya. (Ger)