SAAT pandemi Covid-19 belum diketahui kapan usai, para tokoh dan elite Indonesia malah menunjukkan ‘drama ‘ baru terkait vaksinasi. Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto yang jelas-jelas tak direstui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dilanjutkan penggunaannya. Mirisnya, pihak yang mencoba vaksin bukan dari kalangan ‘kaleng-kaleng’. Tokoh nasional dan politik (DPR RI) Rabu (14/04) menjalani pengambilan sampel darah. Sepekan ke depan mereka pun akan resmi disuntik vaksin yang diklaim merupakan buatan anak bangsa ini. Kejanggalan vaksin ini sbenarnya sudah dibeberkan ke publik. Mulai dari banyaknya pengabaian ilmiah, fasilitas produksi tak steril hingga diketahui antigen berasal Amerika Serikat dan penelitinya pun didominasi pihak asing. Berbahayanya, 71,4% relawan uji vaksin Nusantara alami kejadian tak diinginkan. Jika anggota dewan saja mengabaikan BPOM, bagaimana nasib rakyat? Gajah bertarung lawan gajah, pelanduk mati di tengah-tengah. Ngeri! BACA BERITA LENGKAP, DOWNLOAD DI SINI https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/04/LenteraToday15042021.pdf
[3d-flip-book mode="fullscreen" id="45767" ][/3d-flip-book]https://cdn.lentera.co/c/newscenter/lenteratoday/2021/04/LenteraToday15042021.pdf">