05 April 2025

Get In Touch

Operasi Pekat, Polres Jombang Panen Tersangka Kasus Premanisme

Para tersangka yang hasil tangkapan Polres Jombang selama operasi pekat.
Para tersangka yang hasil tangkapan Polres Jombang selama operasi pekat.

JOMBANG (Lenteratoday) - Polres Jombang menangkap ratusan tersangka tindak kejahatan selama Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) yang digelar mulai 22 Maret - 2 April 2021. Dari jumlah itu, tersangka paling banyak didominasi kasus premanisme dengan total 88 tersangka dengan jumlah perkara 75 kasus.

Disusul peredaran minuman keras sebanyak 46 kasus dengan 46 tersangka dan  penyalahgunaan narkotika dan obat berbahaya yang tercatat 26 kasus dengan total tersangka 29 orang. "Total ada 187 tersangka yang diamankan dalam operasi pekat yang berlangsung pada tanggal 22 maret hingga 2 April 2021," ujar Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho saat menggelar jumpa pers dihalaman Mapolres Jombang, Selasa (6/4/2021). 

Kapolres juga menjelaskan, selain mengamankan para tersangka, juga disita barang bukti kasus premanisme berupa uang tunai Rp. 9,6 juta dan beberapa bukti kasus judi berupa buku tabungan dan kartu ATM. "Kasus Perjudian barang bukti yang diamankan uang tunai sebesar Rp 243.000, satu buah handphone, Satu buah Bolpoin, Buku Tabungan dan ATM masing-masing satu buah," terangnya. 

Sementara, petugas juga menyita sebanyak 4.800 butir pil dobel L dan sabu seberat 18,19 gram selama operasi yang digelar selama hampir dua pekan itu. Khusus narkoba, operasi dilaksanakan oleh Satuan Resnarkoba dan Polsek jajaran. Sedangkan Satuan Sabhara  dan jajarannya menyita minuman keras jenis arak sebanyak 504 liter. 

"Sedangkan untuk kasus prostitusi, barang bukti yang diamankan uang tunai sebanyak Rp. 135.000 serta bantal guling dan seprei. Selanjutnya di kejahatan jalanan ada 6 buah baterai tower dan satu unit mobil Calya yang juga berhasil kita amankan," jelasnya.

Menurut Kapolres, operasi pekat yang dilakukan yakni guna menyonsong bulan suci Ramadhan. "Hasil ini akan kita sampaikan juga kepada pemerintah kabupaten setempat untuk ada tindak lanjut juga terkait maraknya aksi premanisme yang terjadi," pungkasnya.(gos)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.