05 April 2025

Get In Touch

Bupati Jember Terpilih Bakal Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Awal Maret

Talkshow membahas pendidikan di tengah pandemi Covid-19 di Jember.
Talkshow membahas pendidikan di tengah pandemi Covid-19 di Jember.

JEMBER (Lenteratoday)- Bupati Jember terpilih Hendy Siswanto pasca dilantik bakal membuat kebijakan terkait dunia pendidikan di tengah pandemi Covid-19. Dia menyampaikan pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan secara bertahap mulai 1 Maret 2021.

“Kami akan terapkan pembelajaran tatap muka mulai 1 Maret 2021. Secara bertahap dulu, hanya di beberapa titik sebagai pilot project. Dari situ kami akan lakukan evaluasi, dilihat titik-titik kelemahannya untuk bisa diperbaiki,” jelas Hendy Siswanto di sela-sela Talk show Jember Lawyers Club bertajuk Pintasan Menuju Pendidikan Jember Kondusif Ditengah Pandemi, Senin (8/2/2021) malam.

Direncanakan Hendy-Gus Firjaun dilantik sebagai Kepala Daerah Jember pada 17 Februari mendatang dan otomatis menjadi Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Dia menambahkan, gagasan pembelajaran tatap muka tersebut dilaksanakan setelah melalui pembahasan intensif dengan tim Satgas Covid-19 dan mengupas teknis pelaksanaannya.

“Bukan karena kami kontra dengan sistem pembelajaran daring di masa pandemi. Tapi sebagai orang tua, secara pribadi kami menilai pendidikan tidak sebatas mentransfer ilmu pengetahuan yang cukup dilakukan secara daring. Tetapi ada persoalan lain yang tak kalah pentingnya menyangkut pendidikan seorang anak, yaitu terkait pembangunan kepribadiannya, akhlak kepribadiannya. Jangan sampai ada yang hilang dalam penyelenggaraan pendidikan anak, lost generation,” ujarnya.

Hendy Siswanto sendiri mengaku pernah kena positif covid pada 25 Oktober 2020 saat masa kampanye pilkada. Selain itu musibah juga dialaminya ketika harus kehilangan adik kandungnya yang meninggal karena terkena covid.

"Penanaman nilai-nilai luhur ini, seperti budi pekerti, sopan santun, adab yang baik, moral dan untuk menjalin kedekatan batin antara guru dengan murid hanya bisa dilakukan melalui pembelajaran tatap muka. Tidak secara daring," terangnya.

Menurutnya, dengan adanya pandemi COVID-19 ini, tidak bisa main terabas. Untuk itu, Bupati Hendy menggagas kombinasi yang sifatnya habluminallah dan habluminannaas. Aplikasinya, yang mendasar, adalah berdoa bersama dengan serius dan penuh kesungguhan.

“Sesuai sila 1 Pancasila, sebagai manusia beriman, kita percaya Covid -19 adalah makhluk ciptaan Allah. Jadi, kita kembalikan kepada Yang Maha Esa permasalahan Covid-19 ini,” ujarnya. (mok)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.