05 April 2025

Get In Touch

PM Inggris Wacanakan Pelonggaran Lockdown Maret 2021

Pagi pertama penerapan lockdown nasional ketiga di Kota London, 5 Januari 2021. Penerapan lockdown nasional ketiga di Inggris segera dilonggarkan Maret 2021 (AP)
Pagi pertama penerapan lockdown nasional ketiga di Kota London, 5 Januari 2021. Penerapan lockdown nasional ketiga di Inggris segera dilonggarkan Maret 2021 (AP)

[JAKARTA] Lenteratoday -Inggris berencana melonggarkan aturan lockdown pada pertengahan Maret 2021, setelah menggelar vaksinasi massal pada pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Selasa (19/1/2021), Menteri Vaksin Nadhim Zahawi mengatakan pemerintah akan melonggarkan aturan lockdown secara bertahap pada pekan kedua Maret tahun ini.

Setidaknya dibutuhkan 2-3 minggu setelah pemerintah berhasil memvaksin masyarakat yang rentan terinfeksi Covid-19, guna menunggu keefektifan vaksin.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Matt Hancock mengumumkan sebanyak 4 juta orang telah menerima vaksin dengan dosis awal per Senin (18/1/2021). Dia mengklaim tingkat vaksinasi di Inggris lebih dari dua kali lipat individu per hari.

Jutaan masyarakat Inggris akan disuntik vaksin, termasuk lansia dengan usia di atas 70 tahun dan masyarakat dengan kategori rentan.

Data lainnya menunjukkan sebanyak 452.301 orang telah mendapatkan suntikan keduanya.

Kendati demikian, dia mendesak masyarakat untuk tetap berdiam diri di rumah. “Jangan lengah. Kita sudah dekat [dengan tujuan]. Kita harus konsisten,” katanya.

Inggris saat ini memasuki masa lockdown ketiga, sekolah tutup dan masyarakat tinggal di rumah untuk menekan penyebaran Covid-19. Per Minggu (17/1/2021), ada lebih dari 37.000 pasien Covid-19 menjalani perawatan di rumah sakit dan jumlah korban meninggal mencapai 671 orang.

“Kita tidak membicarakan semuanya sekarang dan langkah apa ke depan supaya kita bisa sedikit santai. Dan saya khawatir saya harus memperingatkan orang-orang, [pembukaan lockdown] akan bertahap, kita tidak bisa membuka semuanya saat ini karena situasi masih sangat mengkhawatirkan,” jelas Perdana Menteri Inggris Boris Johnson (Ant).

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.