
MANILA (Lenteratoday)- Persebaran mutasi baru corona asal Inggris mulai meninfeksi negara-negara di dunia. Departemen Kesehatan (DOH) mengatakan Pusat Genom Filipina (PGC) melaporkan deteksi varian baru, B117.
Kepastian ini setelah sampel dari seorang warga Filipina yang tiba dari Uni Emirat Arab (UEA), pada 7 Januari menghasilkan hasil sekuensing genom positif.
Pasien dengan varian Inggris adalah pria penduduk Kota Quezon yang berangkat ke Dubai pada 27 Desember untuk tujuan bisnis dan tiba di Filipina pada 7 Januari lalu melalui Penerbangan Emirates No. EK 332.
"Pemerintah telah mengkarantina pasien itu di hotel pada saat kedatangan. Hasil tes positif dan pasien dirujuk ke fasilitas karantina di Kota Quezon sementara sampelnya dikirim ke PGC untuk sekuensing seluruh genom," kata DOH dalam pernyataannya dikutip Kamis (14/1/2021).
Namun pasangan yang menemani pasien selama perjalanan dinyatakan negatif untuk SARS-CoV-2 pada saat kedatangan. Dia saat ini berada di bawah karantina dan pemantauan ketat.
DOH mencatat pasangan itu tidak memiliki paparan kasus yang dikonfirmasi sebelum keberangkatan mereka ke Dubai atau melakukan aktivitas perjalanan di luar Kota Quezon. Sehingga masih belum jelas di mana orang Filipina tersebut terinfeksi dengan varian Inggris.
Namun dalam pernyataan terpisah, pemerintah QC mengatakan "pasien dan temannya dinyatakan negatif sebelum meninggalkan Filipina dan juga dinyatakan negatif saat tiba di Dubai."
Pelacakan kontak langsung dilakukan dalam koordinasi yang erat dengan pemerintah QC, dan kontak yang awalnya teridentifikasi tidak menunjukkan gejala dan saat ini berada di bawah karantina rumah yang ketat.
DOH juga telah mengamankan manifes penerbangan dari penerbangan tersebut dan pelacakan kontak penumpang lain. DOH menyarankan mereka yang berada di dalam Penerbangan Emirates No. EK 332 untuk menghubungi petugas kesehatan.
Pemerintah QC juga menunggu DOH untuk menyerahkan daftar penumpang yang berada dalam penerbangan yang sama dengan pasien dari Dubai untuk melihat jejak penumpang yang mungkin berasal dari kota tersebut.
Pemerintah kota kini peningkatan pengawasan di komunitas warga untuk mengetahui keberadaan kasus yang berkerumun.Varian Inggris memiliki tingkat penularan lebih tinggi. Artinya konsentrasi partikel virus yang lebih besar dalam tubuh pasien, kemungkinan berkontribusi pada peningkatan penularan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mutasi virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris kini telah menyebar ke 50 wilayah. Sementara jenis serupa yang teridentifikasi di Afrika Selatan kini telah ditemukan di 20 wilayah.
Namun, para ahli mengatakan belum ada bukti yang menunjukkan bahwa itu lebih mematikan daripada varian asli penyakit virus corona.
Seorang ahli penyakit lokal sebelumnya memperingatkan jika varian Inggris menjadi spesies dominan di Filipina, beban kasus COVID-19 di negara itu dapat meningkat 15 kali lipat. Sejauh ini, Filipina memiliki 492.700 infeksi virus korona yang dikonfirmasi, dengan 458.523 sembuh dan 9.699 kasus kematian. (ist)