
MADIUN (Lenteratoday) - Siswa-siswi SDN 02 Kanigoro Kota Madiun manfaatkan limbah kulit telur sebagai pupuk organik. Penemuan tersebut didasari banyaknya masyarakat yang mengkonsumsi telur di tengah pandemi Covid-19 sebagai penguat imun sehingga meningkat juga limbah kulit telur.
Kepala SDN 02 Kanigoro, Muljono mengatakan bahwa ide berawal dari salah satu guru kelas VI yang mengetahui bahwa kulit telur kaya akan kalsium dan zat hara yang dibutuhkan tanaman. Sehingga mengajak siswa-siswi untuk mengumpulkan limbah kulit telur tersebut untuk dimanfaatkan.
"Limbah kulitnya melimpah, dari pada terbuang jadi sampah, kami berpikiran untuk memanfaatkannya menjadi pupuk,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Muljono menjelaskan beberapa kelebihan pupuk limbah kulit telur tersebut. Pupuk yang terbuat dari kulit telur bukan hanya menyuburkan tanaman tetapi juga mampu mengusir semut-semut di media tanam. Pupuk ekonomis tersebut juga mampu mencegah kucing yang buang air yang bisa merusak tanaman. Sehingga tanaman dapat tumbuh subur tanpa terganggu.
"Ini sebagai pembelajaran anak-anak biar mereka(siswa-siswi) tahu kalau kulit telur bisa bermanfaat. Jadi pupuk yang digunakan untuk menyuburkan tanaman tidak melulu pupuk berbahan kimia,” imbuhnya.
Pembuatan pupuk kulit telur tersebut cukup mudah. Pertama limbah kulit telur dicuci hingga bersih dan dipastikan tidak ada bagian putih telur yang tersisa pada kulit telur. Kemudian jemur hingga kering. Selanjutnya, kulit telur yang telah mengering ditumbuk hingga halus atau diblender hingga menjadi serbuk. Terakhir, serbuk siap digunakan.
"Penggunaannya cukup mudah. Langsung tabur saja diatas tanahnya," ujarnya.
Muljono mengatakan bahwa pupuk limbah kulit telur telah digunakan untuk seluruh tanaman di lingkungan sekolah. Dia berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan kulit telur dalam limbah rumah tangga. (Ger)