04 April 2025

Get In Touch

Semester I Berakhir, Sekolah-sekolah di Palangka Raya Belum Putuskan Belajar Tatap Muka di 2021

Semester I Berakhir, Sekolah-sekolah di Palangka Raya Belum Putuskan Belajar Tatap Muka di 2021

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) - Semester I Tahun Ajaran 2020/2021 telah berakhir, ditandai dengan pembagian rapor serentak, Jumat (18/12/2020) di Palangka Raya. Memasuki semester II di tahun 2021, sekolah-sekolah di Kota Cantik belum memutuskan, apakah akan melanjutkan sekolah daring/online atau kembali tatap muka.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 2 Palangka Raya, Muhammad Mi’razulhaidi, S.Pd.,M.Pd, misalnya, pihaknya masih akan menggadakan rapat terlebih dahulu untuk membahas sistem pembelajaran tahun depan. Faktor-faktor yang menjadi pokok perhatian adalah masih bertambahnya jumlah pasien positif Covid-19 dan tingginya resiko penyebaran. Di sisi lain juga ada pertimbangan keefektifan sistem belajar daring.

Hal senada diungkapkan Marsaulina Demiaty, S. Pd, Wali Kelas XI dan Guru Fisika SMAN 2 Palangka Raya. Pembelajaran baik secara tatap muka maupun secara online masing-masing memiliki hambatan tersendiri.

“Dengan cara belajar online, kami menyadari materi yang disampaikan tidak maksimal, selain itu tidak semua siswa memiliki akses internet atau perangakat elektronik atau komunikasi yang memadai”, kata Marsaulina.

Pihak sekolah juga memahami kalau tidak di semua wilayah Palangka Raya sambungan internet baik. Selain itu secara ekonomi, setiap orang tua berbeda. Ada yang memang tidak mampu untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli paket Internet.

Hal ini tentu saja menjadi keprihatinan pihak sekolah karena yang dirugikan adalah siswa. Mereka tidak bisa mengikuti kelas online yang berdampak pada nilai siswa tersebut.

Seperti diketahui, lemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendiknud) mengumumkan per Januari 2021 sudah memberikan izin kepada sekolah untuk tatap muka.

“Untuk tatap muka di bulan Januari 2021 nanti, kemungkinan kelas akan dibagi per sesi agar tetap jaga jarak dan kuota kelas hanya 50% setiap pertemuan,” dijelaskan Marsaulina.

Selain itu pihak sekolah juga masih mengumpulkan pendapat dari para orang tua sebagai bahan pertimbangan apakah lebih banyak orang tua yang setuju atau tidak setuju dengan tatap muka.

“Apapun keputusan sekolah, kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung untuk kebaikan anak kami, walaupun secara pribadi saya masih takut jika diadakan tatap muka,” kata Nurdin, salah satu wali murid, bertempat tinggal di Jalan Nangka, Kel. Langkai, Kec. Pahandut, Palangka Raya.(nov)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.