
KEDIRI (Lenteratoday) - Pemkab Kediri melalui Dinas Pendidikan (Dindik) bekerjasama dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) setempat menggelar sosialisasi nilai-nilai Juang 1945 (SNJ45) bagi pengurus OSIS SMA dan SMK se-Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai dan semangat perjuangan pada generasi muda.
Kegiatan sosialisasi yang berlangsung Kamis (12/11/2020) ini dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mohammad Muhsin, dengan diikuti sedikitnya 60 pengurus OSIS dari berbagai SMA.
Dalam sambutannya, Muhsin menyampaikan tujuan diadakan sosialisasi ini adalah untuk menguatkan dan memantapkan semangat kebangsaan, nasionalisme, nilai – nilai bela negara, memupuk semangat persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengingatkan kepada generasi muda sebagai penerus bangsa terhadap tokoh-tokoh perjuangan.
“Mengingatkan generasi muda akan sejarah perjuangan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dilakukan para pejuang sangat perlu diketahui dan diteladani generasi muda,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD LVRI Provinsi Jawa Timur, Kolonel Purnawirawan Gatot Suharyoso mengatakan, penting bagi generasi muda mengetahui perjuangan para pahlawan, agar bisa meneladani sifat-sifat baiknya. Hal ini bertujuan menanamkan semangat juang 45 kepada pada generasi penerus bangsa, sehingga LVRI berharap bisa ikut berperan mencetak generasi penerus yang tetap cinta Tanah Air, cinta negeri, pantang menyerah, dan percaya diri.
"Agar mereka paham sejarah bangsa, serta supaya generasi kini mengerti bahwa bangsa ini pernah memiliki semangat dan kesamaan sikap, lalu mewujudkannya dengan bersama-sama berjuang bersatu membela negara," ungkapnya.
Dalam sosialiasasi semangat juang dan nilai-nilai kejuangan ini disampaikan sejumlah materi, seperti materi jati diri. Sosialisasi tersebut bertujuan lebih memantapkan kita sebagai pejuang bangsa agar tujuan UUD 45 dan Pancasila segera terwujud.
Sementara, kemerdekaan Indonesia diperoleh para pahlawan melalui perjuangan yang panjang sehingga nilai perjuangan tersebut harus tetap dipertahankan dan ditanamkan sejak dini dari Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi.
“Agar para generasi muda dapat memahami jalan perjuangan bangsa menuju kemerdekaan. Dengan demikian merekadapat menghargai bangsa dan jasa pahlawan, serta terhindar dari hal-hal negatif,” imbuh Gatot Suharyoso. (gos/adv)