04 April 2025

Get In Touch

Angkat Kemandirian Desa, Konsorsium Untag Indonesia Gelar Seminar Nasional

Angkat Kemandirian Desa, Konsorsium Untag Indonesia Gelar Seminar Nasional

SURABAYA (Lenteratoday)-Desa merupakan salah satu lokomotif utama kemajuan suatu bangsa. Dengan menyadari dan mengoptimalkan potensi lokalnya, cita-cita desa mandiri pun bisa terwujud.

Apalagi di saat dunia, termasuk Indonesia harus beradaptasi dengan pamdemi Covid-19, kemandirian desa akan menjadi penopang utama kesejahteraan warganya.

Guna mendorong itu, Untag Surabaya menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call for Paper dengan tema 'Sinergi Perguruan Tinggi dalam Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Mandiri Berdasarkan pada Potensi Lokal dan Semangat Kegotong-royongan di Era Adaptasi Kebiasaan Baru'.

Ketua Pelaksana Seminar Nasional – Dr. Tri Pramesti, M.S., mengatakan kegiatan ini merupakan kali kedua Seminar Nasional yang diadakan sebagai implementasi kerjasama Konsorsium Untag Indonesia yang terlaksana sejak 2 tahun lalu. “Kerjasama ini berisi pengabdian masyarakat dan penelitian bersama, namun kali ini lebih fokus kegiatan Seminar Bersama dengan Untag Surabaya sebagai penyelenggara,” jelas Tri.

Kegiatan yang dilaksanakan Selasa (10/11/2020) melalui daring ini diinisiasi oleh Konsorsium Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) se-Indonesia yang terdiri dari Untag Surabaya, Untag Banyuwangi, Untag Semarang, Untag Jakarta, Untag Cirebon dan Untag Samarinda. Untuk diketahui, Konsorsium Untag Indonesia yang telah dideklarasikan di kampus merah putih Untag Surabaya sejak tanggal 1 Agustus 2018 .

Sasaran kegiatan seminar nasional ini adalah seluruh civitas akademika Universitas baik itu dosen maupun mahasiswa (S1, S2, S3).

Sementara itu, mitra Untag lainnya menjadi co-host juga mengirimkan reviewer dalam kegiatan call for paper.

Pemilihan tema berdasarkan fokus prioritas riset nasional dan ditentukan oleh Direktorat Riset dan DRPM. Oleh sebab itu, dalam Seminar Nasional ini mengundang narasumber yang ahli dibidangnya, yakni Drs. Samsul Widodo, MA (Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Transmigrasi) dengan materi 'Membangun Desa untuk Kemajuan Bangsa', Dra. Dede Mia Yusanti, M.L.S (Direktur Paten, CTLST & Rahasia Dagang Ditjen Kekayaan Intelektual, KEMENKUMHAM RI) dengan topik 'Pemanfaatan Produk Paten Perguruan Tinggi untuk Daya Saing Industri'.

Sementara, Dr. Muhammad Dimyati (Deputi Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional RI) dengan topik 'Kebijakan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat di Era Adaptasi Kebiasaan Baru'.

Kegiatan dibuka oleh keynote speaker, J. Subekti, SH., MM., -pengurus Yayasan 17 Agustus 1945 Surabaya dengan topik 'Penelitian dan Pengabdian Masyarakat berbasis Wawasan Kebangsaan'.

Sesi call for paper yang dikuti oleh 252 peserta dengan 95 paper yang tersebar dari berbagai provinsi, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan Timur hingga NTT. “Dengan rincian 65 penelitian dan 30 pengabdian masyarakat,” terang Dosen Fakultas Ilmu Budaya itu.

Peserta dibagi dalam breakroom berbeda dengan 7 room bidang penelitian dan 3 room bidang pengabdian masyarakat. Seluruh peserta melakukan parallel session melalui daring dengan maksimum waktu 10 menit penyampaian makalah.

Selain itu, sambung Tri, tujuan kegiatan ini diharapkan mampu bermanfaat bagi masyarakat. “Jadi paling tidak menghasilkan paten atau HAKI,” paparnya. Ke depan, Tri menuturkan Konsorsium Untag Indonesia akan mengadakan kegiatan penelitian dan pengabdian bersama. (hum)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.