
Surabaya – Siapa yang tidak tahu dengan buah delima. Buah inicukup terkenal selain karena bentuknya juga karena rasanya yang manis. Tapi,ternyata buah delima mengandung berbagai manfaat, bahkan hal itu sudah digambarkan dalam Al Quran. Nah, ingin tahu manfaat buah delima, Prof. Dr. WiwikMisaco Yuniarti, drh., M.Kes dalam pengukuhannya sebagai guru besar aktifFakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) ke-30, dan gurubesar UNAIR ke-488 menyampaikan tentang manfaat buah delima atau pomegranatesebagai obat herbal pencegah fibrosis hati.
Prof. Wiwik mengungkapkan bahwa Fibrosis hati merupakankondisi yang dihasilkan dari respon penyembuhan luka akibat jejas (luka)berulang pada hati. Fibrosis hati yang tidak ditangani dengan baik akanberkembang menjadi sirosis hati. Dari waktu ke waktu, jumlah penderita penyakithati kronis terus mengalami peningkatan. Berdasarkan survei yang dilakukan olehCenters for Disease Control and Prevention di Amerika Serikat pada tahun 2016terdapat 4,9 juta orang yang menderita penyakit hati.
“Penyakit hati kronis merupakan penyebab utama keenam darisemua penyebab kematian pada orang yang berusia 25-64 tahun. Penyebab fibrosishati antara lain kecanduan alkohol, penyakit hati melemak, infeksi virushepatitis B atau C kronis, hepatitis autoimun, dan penyakit hati metabolik ataugenetik,” terangnya.
Prof. Wiwik menyebutkan bahwa hingga saat ini belum adaterapi medis yang efektif untuk sirosis hati. Pengobatan yang paling efektif untukfibrosis hati stadium akhir adalah transplantasi hati.
“Namun, proses transplantasi hati seringkali terkendala olehbeberapa hal, di antaranya kekurangan organ donor, komplikasi pasca bedah,reaksi imunologis, dan biaya penanganan medis yang tinggi. Sehingga diperlukantindakan pencegahan dan pengobatan fibrosis hati sedini mungkin,” papar alumnusUNAIR tersebut.
Untuk mengurai masalah penyakit itu, Prof. Wiwik melakukan penelitianterhadap buah delima dan hasilnya diketahui jika buah itu mampu mencegahfibrosis hati. Bahkan, katanya, keistimewaan buah delima ini telah dicantumkandalam Al Quran Surat Ar-Rahman ayat 68-69 yang artinya.
Keistimewaan delima dalam Alquran dibuktikan dengan sejumlahpenelitian ilmiah yang mengungkapkan bahwa buah delima merupakan bagian tanamandelima yang memiliki komponen paling lengkap bila dibandingkan bagian tanamandelima lainnya. Buah delima banyak mengandung senyawa polyphenol yang terdiri dari flavonoid, hydrolyzable tannins(ellagitannins dan gallotannins) dan condensed tannins (proanthocyanidins).Bahan aktif utama yang terkandung di dalam buah delima adalah punicalagin danellagic acid (EA).
Ellagic acid (EA) yang terkandung dalam buah delima, adalahderivat polyphenol yang juga banyak ditemukan dalam kacang-kacangan dan buah-buahan, misalnya raspberi, stroberi dan anggur. Ekstrak buah delima terstandaryang baik umumnya mengandung 40 % atau lebih ellagic acid.
Guru besar bidang ilmu penyakit dalam veteriner tersebutlantas mencoba meneliti manfaat delima sebagai pengobatan herbal, khususnyauntuk mengatasi fibrosis hati. Sebagaimana diketahui, berbagai penelitianterhadap aktivitas buah delima telah membuktikan bahwa buah delima memilikikemampuan antibakteri, antioksidan, antiinflamasi dan antikanker sertaaktivitasnya dalam meregulasi proses fibrosis. Selain itu, delima telahterbukti secara klinis bermanfaat untuk penderita kanker, atherosklerosis,diabetes, osteoarthritis, chronic obstructive pulmonary diseases dandimanfaatkan untuk kosmetik.
Hasil penelitian yang dilakukan Prof. Wiwik menunjukkanbahwa ekstrak buah delima terstandart 40% ellagic acid dapat mencegah fibrosishati dengan cara menghambat proses nekroinflamasi dan penurunan ekspresiberbagai mediator profibrogenik serta deposisi kolagen. Hal tersebut menjadikanekstrak buah delima terstandart 40% ellagic acid potensial sebagai obatfibrosis hati kolestatik, walaupun masih diperlukan penelitian lebih lanjut,baik pre klinik maupun klinik. (ufi)