05 April 2025

Get In Touch

Penjualan TikTok ke AS Sebagai ‘Intimidasi Ekonomi’

Ilustrasi TikTok (Shutterstock)
Ilustrasi TikTok (Shutterstock)

Duta Besar China untuk Uni Eropa, Zhang Ming dalam wawancara dengan Bloomberg TV Selasa (15/9/2020) mengatakan, Amerika Serikat penjualan TikTok atas dasar keamanan nasional dan melakukan "intimidasi ekonomi".

"Apa yang terjadi dengan TikTok di Amerika Serikat adalah tipikal tindakan kepemilikan paksa. Beberapa politisi Amerika mencoba membangun apa yang disebut jaringan bersih di bawah kedok keadilan dan timbal balik.Ini tidak lain adalah intimidasi ekonomi," katanya

Perusahaanmilik Bytedance Ltd. mendapat tekanan di AS, di mana larangan Presiden DonaldTrump telah memaksa penjualan TikTok di Amerika. TikTok mengajukan proposal keDepartemen Keuangan selama akhir pekan di mana Oracle Corp. akan berfungsisebagai "penyedia teknologi terpercaya.

KomentarZhang mewakili penolakan yang sering diulang dari Beijing, yang menuduhWashington menargetkan Huawei tanpa bukti dan menyebut penjualan paksa TikTokAS sebagai "pencurian yang disetujui negara."

Takhanya itu pemerintah AS juga mencela pembatasan Uni Eropa pada HuaweiTechnologies Co., Ltd. Dia menyoroti meningkatnya ketegasan Beijing terhadap apayang dilihat sebagai perlakuan tidak adil.

TawaranOracle yang diawasi ketat harus lulus tinjauan keamanan nasional AS sertamemenangkan restu dari Presiden Trump. Alih-alih membeli bisnis secaralangsung, Oracle akan melakukan investasi di TikTok yang barudirestrukturisasi, dan setidaknya dua pemegang saham di perusahaan induk TikTokdi China, General Atlantic dan Sequoia Capital akan mengambil bagian dalambisnis baru tersebut.

Zhangmengatakan bahwa pengecualian perusahaan China dari pasar Eropa dan Amerikadengan alasan keamanan nasional tidak didasarkan pada bukti konkret. Utusan itumengatakan "kotak alat" UE yang memungkinkan pemerintah blok tersebutmengecualikan perusahaan China, seperti Huawei, dari komponen penting jaringantelekomunikasi generasi ke-5 tidak dapat dibenarkan.

"Tidakada yang tahu kriteria pemasok berisiko tinggi,"katanya.

Diamenambahkan bahwa aturan UE bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas,multilateralisme, dan non-diskriminasi.

Dalamserangkaian pedoman yang disepakati bersama tentang cara memitigasi risiko yangberasal dari peluncuran jaringan telekomunikasi generasi mendatang awal tahunini, UE mengatakan perusahaan yang berbasis di negara-negara non-demokratisdapat dikecualikan, dari pengadaan komponen inti tertentu, mengikuti penilaianoleh badan keamanan (Ist).

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.