PALANGKA RAYA (Lentera) - Beberapa hari terakhir, sebagian besar wilayah Kota Palangka Raya telah diguyur hujan yang terlihat berdampak positif terhadap penurunan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi, mengatakan curah hujan selama lima hari cukup membantu memadamkan sejumlah titik api serta membasahi lahan gambut yang selama ini rawan terbakar.
“Setelah diguyur oleh hujan, sejumlah titik panas di wilayah Kota Palangka Raya terpantau menurun, bahkan beberapa titik api padam secara alami karena kondisi lahan yang sudah basah, hal ini sangat membantu tugas personel di lapangan,” papar Heri, Sabtu (31/10/2026).
Meskipun telah terjadi penurunan titik panas, ia menyatakan pihaknya tetap bersiaga mengingat curah hujan masih rendah dan belum merata. Tim Satgas Penanganan Karhutla terus melakukan pemantauan ketat, terutama di kawasan gambut yang mudah terbakar.
Beberapa wilayah yang masih menjadi fokus pengawasan meliputi Kecamatan Jekan Raya, Sebangau, Bukit Batu, dan sebagian Kecamatan Pahandut. Di sejumlah lokasi tersebut, tim satgas terus melakukan pembasahan, khususnya pada lokasi yang masih terdeteksi memiliki sumber asap.
“Baik personel, peralatan dan kendaraan pemadam terus kami siagakan, untuk mengantisipasi cuaca yang sewaktu-waktu bisa kembali panas dan kering, tim BPBD tidak boleh lengah, apalagi status tanggap darurat belum dicabut,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, tim satgas menyiapkan tindakan antisipatif agar karhutla tidak kembali meluas saat cuaca panas. Langkah tersebut meliputi patroli rutin di wilayah rawan, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, serta penguatan koordinasi antarsatgas dan masyarakat.
“Berdasarkan hasil evaluasi, kuncinya terletak pada mitigasi sejak dini dan kecepatan dalam respons, dimana selama musim kemarau ini seluruh tim telah bekerja ekstra," ungkapnya.
Heri menambahkan, atas arahan Wali Kota Palangka Raya, pihaknya menggandeng perangkat daerah terkait untuk membantu penanganan karhutla.
Kedepannya, pemerintah daerah akan memperkuat langkah konkret agar kabut asap berkepanjangan tidak kembali terjadi. Upaya ini akan direalisasikan melalui pengetatan pengawasan pembukaan lahan, penegakan hukum, serta dorongan peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Upaya pencegahan terjadinya karhutla akan terus digencarkan melalui patroli dan sosialisasi, selain itu kami mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat titik api agar bisa ditangani sedini mungkin sebelum meluas,” pungkasnya. (*)
Reporter : Novita
Editor: Lutfiyu Handi



.jpg)

Post a comment