PALANGKA RAYA (Lentera) - Turunnya hujan tentu memberikan harapan bagi petani untuk kembali mulai bercocok tanam, namun momentum ini juga harus dimanfaatkan para petani untuk mempersiapkan diri menghadapi kemarau yang akan datang.
Terkait hal ini, Anggota Komisi I DPRD Kota Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan mengatakan hujan yang mulai mengguyur Kota Palangka Raya dimanfaatkan para petani untuk kembali mengoptimalkan kegiatan mereka. Namun, para petani tetap perlu memperhatikan ketersediaan air, agar ketika curah hujan menurun saat musim kemarau tiba, aktivitas bertani mereka tidak terganggu.
"Kami mengimbau para petani agar menambah sumur-sumur bor, sehingga ketika musim kemarau tiba, mereka sudah memiliki persiapan untuk memenuhi kebutuhan air pertanian," papar Hatir, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, persiapan tersebut penting agar nantinya para petani tidak kewalahan untuk menyirami tanaman saat kondisi air sudah menyurut akibat kemarau.
Karena itu Hatir menyarankan, dipersiapkannya sumber air alternatif, untuk menghindari lahan pertanian mengalami kekeringan di musim kemarau yang akan datang.
"Jangan saat musim kemarau sudah tiba baru mencari solusi untuk mendapatkan sumber air baru, jadi perlu direncanakan dari sekarang," tuturnya.
Hatir menambahkan, dengan perencanaan yang baik akan membantu petani dalam mengantisipasi perubahan cuaca yang berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian.
Tidak hanya mengandalkan curah hujan untuk bercocok tanam, namun para petani juga perlu mempertimbangkan sumber air lain disaat curah hujan menurun atau bahkan tidak ada hujan sama sekali.
"Harapannya, dengan melakukan langkah antisipasi, para petani tidak perlu khawatir saat musim kemarau tiba dan risiko gagal panen akibat kekeringan dapat diminimalisir," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Ais




.jpg)

Post a comment