21 May 2026

Get In Touch

Hotel Ini Hadirkan Wisata Budaya Panen Kopi di Perkebunan Kawisari

Budaya panen kopi di Perkebunan Kawisari.
Budaya panen kopi di Perkebunan Kawisari.

BLITAR (Lentera) - Musim panen kopi kembali menjadi momen spesial yang diangkat Hotel Tugu Malang dan Hotel Tugu Blitar melalui program budaya bertajuk "The Mantenan Coffee Ceremony at Kawisari Plantation."

Digelar mulai Mei hingga Agustus 2026, kegiatan ini mengajak tamu menikmati pengalaman wisata budaya dan kopi di Perkebunan Kopi Kawisari, Blitar, salah satu perkebunan kopi tertua di Jawa Timur yang berada di lereng Gunung Kelud.

Melalui program tersebut, para tamu diajak mengenal lebih dekat tradisi perkebunan kopi yang telah berlangsung turun-temurun sejak era kolonial. Tidak hanya menikmati panorama alam pegunungan dan udara sejuk khas perkebunan, tamu juga dapat merasakan langsung proses panen kopi hingga ritual budaya masyarakat setempat.

Sebagai salah satu signature cultural journey dari Hotel Tugu Malang, pengalaman ini menghadirkan berbagai aktivitas mulai dari memetik kopi langsung dari pohonnya, mengikuti coffee cupping session, hingga menyaksikan tradisi dan ritual budaya Jawa yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Media Relations Hotel Tugu Malang, Budi Sesario, mengatakan program tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman menikmati kopi secara lebih personal sekaligus memperkenalkan nilai budaya di baliknya.

"Kami ingin mengajak para tamu merasakan kopi dengan cara yang lebih personal dan penuh cerita. Bagi kami, kopi bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang tradisi, perjalanan hidup masyarakat perkebunan, dan budaya Jawa yang tetap hidup hingga hari ini," ujar Budi dalam keterangan resminya, Kamis (21/5/2026).

Ia menambahkan, setiap musim panen selalu menghadirkan suasana yang berbeda dan menjadi pengalaman yang hangat serta berkesan bagi para tamu.

Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan ini adalah Upacara Mantenan Kopi "Sri Gondel & Joko Gondel", ritual tradisional yang telah diwariskan sejak tahun 1870 sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya musim panen kopi.

Dalam prosesi tersebut, simbol buah kopi terbaik dari Perkebunan Kawisari dan Sengon diarak layaknya pengantin dengan iringan tarian tradisional, hasil bumi, serta nuansa perayaan khas desa perkebunan.

"Tradisi ini menjadi simbol kesuburan, keharmonisan, dan harapan akan hasil panen yang melimpah," tuturnya.

Diketahui, puncak acara akan berlangsung pada 30 Mei 2026 melalui "Tugu Kawisari Coffee Harvest Ceremony". Kegiatan ini menghadirkan ritual panen kopi, selamatan, hingga perjalanan rasa kopi khas Kawisari dalam suasana pegunungan yang tenang dan sarat nuansa spiritual.

Reporter: Amanah

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.