SURABAYA ( LENTERA ) - Memilih warna pakaian ternyata bukan sekadar mengikuti tren mode atau sekadar mencocokkan atasan dengan bawahan. Dalam dunia fesyen modern, pemahaman mengenai undertone kulit menjadi salah satu kunci penting untuk menciptakan tampilan yang lebih segar, sehat, dan memancarkan kecantikan alami.
Salah satu undertone yang paling umum dimiliki masyarakat Indonesia adalah warm undertone, yakni rona dasar kulit dengan nuansa kuning, keemasan, peach, hingga olive hangat.
Para penata gaya menilai, pemilik warm undertone sebenarnya memiliki keuntungan tersendiri karena relatif cocok dengan berbagai warna bumi atau earthy tones yang kini mendominasi tren fashion global. Namun, memilih shade yang kurang tepat justru bisa membuat wajah terlihat kusam, lelah, bahkan pucat. Karena itu, pemilihan warna outfit yang sesuai menjadi langkah penting untuk menonjolkan karakter kulit sekaligus memperkuat kesan elegan dalam penampilan sehari-hari.
Stylist sekaligus pendiri Capsule Closet Stylist, Michelle Barrett, menjelaskan warna tertentu mampu mempertegas kehangatan alami kulit sehingga wajah terlihat lebih bercahaya tanpa bantuan makeup berlebihan.
Cara paling mudah mengenali warm undertone adalah dengan melihat warna pembuluh darah di bagian dalam pergelangan tangan. Jika warnanya tampak kehijauan, besar kemungkinan seseorang memiliki warm undertone. Selain itu, pemilik undertone hangat umumnya terlihat lebih cocok mengenakan aksesori emas dibandingkan perak.
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep color analysis atau analisis warna personal memang semakin populer, terutama di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Banyak beauty influencer maupun konsultan fesyen menjelaskan bahwa pemilihan warna pakaian yang tepat dapat memberikan efek instan terhadap penampilan. Tidak sedikit orang yang akhirnya menyadari bahwa wajah mereka tampak lebih cerah hanya karena mengganti warna outfit.
Fenomena ini juga didukung oleh tren personal styling yang berkembang pesat di berbagai negara Asia, termasuk Korea Selatan dan Jepang. Di Korea Selatan, jasa personal color consultant bahkan menjadi industri besar. Konsultan akan menganalisis undertone seseorang untuk menentukan warna pakaian, makeup, hingga warna rambut yang paling cocok.
Bagi pemilik warm undertone, terdapat beberapa warna yang dinilai paling aman sekaligus efektif memperkuat tampilan alami kulit. Warna-warna tersebut bukan hanya membuat wajah tampak glowing, tetapi juga memberikan kesan lebih mahal, dewasa, dan sophisticated.
Turquoise
Salah satu warna yang direkomendasikan adalah turquoise atau biru kehijauan. Warna ini disebut memiliki kemampuan unik dalam menciptakan kontras yang tepat dengan rona hangat kulit. Michelle Barrett menyebut turquoise mampu membuat pemakainya terlihat lebih sehat dan bercahaya.
“Turquoise melengkapi warna kulit hangat dan membuat pemakainya terlihat sehat serta bercahaya,” ujar Barrett seperti dikutip Best Life.
Turquoise dianggap sebagai warna standout yang tidak berlebihan. Dalam dunia fashion, warna ini sering dipilih untuk menciptakan tampilan segar, modern, dan energik. Warna tersebut cocok diaplikasikan pada blouse, sweater, dress, hingga outerwear statement.
Untuk tampilan kasual, turquoise dapat dipadukan dengan warna cokelat tua atau burnt orange. Sementara bagi yang ingin tampil lebih clean dan elegan, kombinasi turquoise dengan ivory atau beige menjadi pilihan ideal. Banyak fashion editor dari majalah mode internasional seperti Vogue dan Harper’s Bazaar juga menyebut turquoise sebagai salah satu warna yang mampu memberikan efek youthful pada penampilan.
Ivory
Selain turquoise, warna ivory juga menjadi pilihan utama bagi pemilik warm undertone. Banyak orang masih menganggap semua warna putih cocok digunakan siapa saja. Padahal, putih memiliki banyak variasi tone. Untuk warm undertone, warna putih yang terlalu dingin atau kebiruan seperti pure white justru dapat membuat kulit terlihat kusam.
Sebagai gantinya, ivory menjadi pilihan yang lebih harmonis karena memiliki sentuhan kuning lembut. Barrett menilai warna ini memberikan efek lembut dan glowing pada wajah.
“Ivory sangat fleksibel dan mudah dipadukan dengan banyak warna,” kata Barrett.
Dalam fashion modern, ivory dianggap sebagai warna timeless yang hampir tidak pernah gagal. Warna ini sering digunakan dalam konsep capsule wardrobe karena mudah dikombinasikan dengan berbagai palet warna lain. Blouse ivory yang dipadukan dengan celana tobacco misalnya, mampu menciptakan kesan sophisticated namun tetap effortless.
Sementara dress ivory dengan aksesori emas memberikan tampilan elegan yang cocok digunakan untuk acara formal maupun semi formal. Dalam tren fashion 2026, ivory bahkan disebut menjadi salah satu warna dominan untuk koleksi spring/summer karena dianggap menghadirkan kesan clean luxury atau kemewahan minimalis.
Pea Green
Warna berikutnya yang sangat cocok untuk warm undertone adalah hijau hangat. Namun, pemilihannya perlu disesuaikan dengan intensitas warna kulit masing-masing. Certified image stylist Elizabeth Kosich menjelaskan, pemilik warm undertone yang lembut lebih cocok menggunakan pea green atau olive muda.
“Jika warna kulitmu hangat dan cenderung lembut, pilih pea green atau olive muda,” jelas Kosich.
Sementara bagi pemilik warm undertone yang lebih terang, spring green dapat menjadi opsi terbaik. Warna hijau bekerja sangat baik pada kulit hangat karena selaras dengan unsur keemasan alami pada kulit.
Olive green kini juga menjadi salah satu warna paling populer dalam tren streetwear maupun modest fashion. Warna ini banyak digunakan pada jaket, cargo pants, hingga knit top karena memberi kesan santai tetapi tetap fashionable. Sedangkan spring green lebih sering dipilih untuk dress atau blouse yang ingin menampilkan nuansa playful dan youthful.
Media fesyen seperti Elle dan Cosmopolitan menyebut warna hijau hangat sebagai warna yang memberikan efek fresh instan tanpa membuat penampilan terlihat terlalu mencolok. Warna ini juga cocok digunakan dalam konsep monochrome earthy look yang sedang populer di kalangan generasi muda.
Tobacco
Selain turquoise, ivory, dan hijau hangat, warna tobacco juga disebut sebagai warna paling aman bagi pemilik warm undertone. Tobacco merupakan warna cokelat kemerahan dengan nuansa hangat yang memberi kesan mahal dan dewasa.
Kosich menggambarkan tobacco sebagai warna kaya dimensi yang mampu meningkatkan tampilan basic sehari-hari.
“Hangat dan nyaman dipandang, tobacco memperkaya serta meningkatkan tampilan basic sehari-hari,” ujar Kosich.
Keunggulan tobacco terletak pada fleksibilitasnya. Warna ini dapat diaplikasikan pada coat, blazer, rok, tas, hingga sepatu. Selain mudah dipadukan dengan ivory dan olive, tobacco juga cocok dikombinasikan dengan mustard maupun turquoise.
Dalam beberapa tahun terakhir, warna-warna earthy seperti tobacco memang mendominasi panggung mode internasional. Banyak rumah mode menghadirkan koleksi dengan nuansa cokelat hangat karena dianggap lebih wearable dan memberikan kesan quiet luxury.
Tidak hanya soal pakaian, konsep undertone kini juga digunakan dalam pemilihan warna hijab, makeup, hingga pewarnaan rambut. Banyak beauty expert menyarankan pemilik warm undertone memilih foundation dengan base yellow atau golden agar hasil makeup tampak lebih natural.
Dalam dunia kecantikan, warm undertone juga dianggap cocok menggunakan makeup bernuansa terracotta, peach, bronze, hingga golden brown. Warna-warna tersebut dipercaya mampu memperkuat kesan hangat dan sehat pada wajah.
Sementara untuk warna rambut, para hairstylist biasanya merekomendasikan caramel brown, honey blonde, chestnut, hingga copper bagi pemilik warm undertone. Warna-warna tersebut membantu menciptakan harmoni antara warna rambut dan kulit sehingga wajah tampak lebih cerah.
Psikolog fashion bahkan menyebut pemilihan warna pakaian memiliki dampak terhadap rasa percaya diri seseorang. Ketika seseorang mengenakan warna yang sesuai dengan undertone kulitnya, ia cenderung merasa lebih nyaman dan percaya diri.(ist/dya)



.jpg)
