SURABAYA (Lentera) — Hingga hari ke-27, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya pada Minggu (17/5/2026) telah memberangkatkan 36.413 jemaah dan petugas haji ke Tanah Suci. Jumlah tersebut mencapai 83 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam, mengatakan penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-27 terus berjalan tertib, aman, dan lancar.
Dia menandaskan, total rencana pemberangkatan Embarkasi Surabaya tahun ini sebanyak 44.080 orang yang terdiri atas 42.109 jemaah, 464 petugas, 162 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 140 Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (PIH KBIHU) yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
"Hingga 15 Mei 2026, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 91 kloter dengan total 34.521 jemaah dan petugas. Pada 16 Mei 2026 terdapat tambahan keberangkatan sebanyak 1.892 orang yang tergabung dalam Kloter SUB 92 hingga SUB 96. Dengan demikian, total kumulatif pemberangkatan mencapai 36.413 orang dalam 96 kloter," katanya.
Kemudian, secara rinci, jumlah yang telah diberangkatkan terdiri atas 35.782 jemaah, 383 petugas, 134 PHD, dan 114 PIH KBIHU. Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 17.066 orang merupakan jemaah laki-laki dan 19.347 orang perempuan.
Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa seluruh layanan operasional terus dioptimalkan untuk memastikan kelancaran proses pemberangkatan dan kenyamanan jemaah.
“PPIH terus memperkuat koordinasi lintas sektor, baik layanan transportasi, akomodasi, kesehatan, maupun penerbangan agar seluruh proses pemberangkatan berjalan tertib, aman, dan tepat waktu. Kondisi kesehatan jemaah juga terus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Dalam dinamika operasional pemberangkatan, tercatat sebanyak 155 mutasi keluar. Mutasi tersebut terdiri atas 1 jemaah sakit di daerah, 34 jemaah sakit di RS Haji, 2 jemaah hamil di Asrama Haji, 16 pendamping jemaah, 1 jemaah wafat di daerah, 35 jemaah tunda dari daerah, 3 jemaah tunda melalui skema Mecca Route, 37 praman kosong, 1 jemaah sakit di perjalanan, 2 perpindahan nomor urut, serta 23 perpindahan kloter.
Sementara itu, untuk mengoptimalkan keterisian kursi penerbangan, PPIH melakukan mutasi masuk sebanyak 88 jemaah yang terdiri atas 30 jemaah dari daftar belum berkloter dan 58 jemaah dari perpindahan kloter lain. Hingga saat ini, jumlah open seat tercatat sebanyak 67 kursi.
Dari aspek ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP), seluruh 96 kloter yang telah diberangkatkan tercatat berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal penerbangan. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
