18 May 2026

Get In Touch

Dua Wisatawan Asal Karawang Tewas, Tertimbun Longsor di Curug Cileat Subang

Tim SAR Gabungan evaluasi jenazah dua wisatawan, yang tewas tertimbun longsor di Curug Cileat, Subang, Jawa Barat. (foto:ist/Kompas.com/dok.Humas Polres Subang)
Tim SAR Gabungan evaluasi jenazah dua wisatawan, yang tewas tertimbun longsor di Curug Cileat, Subang, Jawa Barat. (foto:ist/Kompas.com/dok.Humas Polres Subang)

KARAWANG (Lentera) - Dua wisatawan asal Karawang, Jawa Barat meninggal dunia setelah tertimbun longsor di jalur wisata Curug Cileat, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jumat (15/5/2026) sore. 

Kedua korban adalah Alda Apriliani (22) dan Winda Lianbong (20), mereka sebelumnya dilaporkan hilang setelah longsor menerjang jalur setapak yang sempit dan curam saat rombongan hendak pulang dari kawasan wisata air terjun tersebut. 

Peristiwa itu menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, terutama keluarga Alda di Kampung Sukamanah Timur, Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang. 

Ratusan pelayat berdatangan ke rumah duka, Sabtu (16/5/2026), untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.  Ayah Alda, Amud, tampak tak kuasa menahan kesedihan saat menceritakan kepergian anaknya. 

Di tengah duka kehilangan anaknya, Amud menyesalkan minimnya informasi peringatan terkait potensi longsor di kawasan wisata Curug Cileat. Menurut Amud, pengunjung semestinya mendapat pemberitahuan yang jelas apabila jalur wisata memiliki risiko longsor, terutama saat hujan turun. 

“Yang saya sesalkan itu tidak ada pemberitahuan kalau di sana sering terjadi longsor. Kalau ada peringatan, mungkin pengunjung bisa lebih waspada,” ucapnya mengutip Kompas.com, Minggu (17/5/2026). 

Amud mengatakan, rombongan korban hanya mendapat imbauan sederhana agar berhati-hati jika hujan turun saat berada di area atas curug. 

“Hanya bilang kalau hujan ya berteduh saja,” katanya. 

Sebelum berangkat ke Curug Cileat, Alda disebut hanya berpamitan kepada ibunya, untuk pergi bersama teman-temannya. 

“Kalau ke saya sih enggak, cuma ke mamanya doang. Bilangnya mau main sama teman-temannya,” ujar Amud lirih. 

Amud mengatakan, Alda berangkat sendiri dari rumah menggunakan sepeda motor sebelum bertemu dengan teman-temannya. Menurut keluarga, Alda diketahui sudah bekerja di sebuah pabrik. 

Kabar duka itu diterima keluarga selepas maghrib, melalui telepon dari teman korban yang selamat dari kejadian longsor. 

“Saya dapat kabar habis maghrib dari temannya Aida yang selamat,” katanya. 

Diketahui, longsor terjadi saat lima wisatawan asal Karawang hendak pulang setelah berwisata di kawasan Curug Cileat. Menurut keterangan teman korban, Rifky rombongan tersebut berangkat ke Curug Cileat untuk menghabiskan libur panjang. 

Mereka tiba di lokasi sekitar Jumat siang, dan sempat menikmati wisata air terjun sebelum hujan deras mengguyur kawasan tersebut. 

"Jam tiga sore mau pulang tapi kehalang hujan deras, jadi mereka nunggu reda dulu," ujar Rifky kepada Tribunjabar.id, Sabtu (16/5/2026). 

Setelah hujan mulai reda sekitar pukul 15.00 WIB, rombongan memutuskan pulang melewati jalur setapak yang sempit di tebing. Kondisi jalan yang licin dan hanya cukup dilalui satu orang, membuat mereka berjalan sambil saling berpegangan tangan. 

Saat rombongan melewati jalur tersebut, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari atas tebing. Tiga wisatawan yang berada di posisi depan berhasil berlari menyelamatkan diri. Namun, dua korban yang berada di posisi belakang, yakni Alda Apriliani dan Winda Lianbong, tidak sempat menghindar dan terseret longsoran tanah serta bebatuan. 

"Katanya ada suara gemuruh, terus longsor turun. Yang tiga sempat lari, yang dua enggak sempat," ungkap Rifky. 

Rifky mengatakan, korban cukup sering melakukan wisata alam dan pendakian bersama teman-temannya. 

Sejak Sabtu (16/5/2026) pagi, tim SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Alda dan Winda yang sebelumnya dilaporkan hilang. Sekitar 120 personel dikerahkan, untuk menyisir titik longsoran hingga jalur material yang membentang lebih dari 100 meter ke bawah jurang. 

Pencarian terhadap kedua korban membuahkan hasil pada Sabtu siang, Winda Lianbong ditemukan sekitar pukul 11.23 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Tak jauh dari lokasi penemuan Winda, petugas juga menemukan Alda Apriliani tertimbun material longsor dalam posisi berdekatan. 

Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi, serta diserahkan kepada pihak keluarga.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.