14 May 2026

Get In Touch

Kepala SPPG Tembok Dukuh Pastikan Tanggung Seluruh Biaya Perawatan Siswa

SPPG Tembok Dukuh Surabaya menghentikan sementara operasional dapir pascainsiden keracunan.
SPPG Tembok Dukuh Surabaya menghentikan sementara operasional dapir pascainsiden keracunan.

SURABAYA (Lentera) - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tembok Dukuh Surabaya memastikan akan bertanggung jawab penuh untuk menanggung seluruh penanganan siswa yang mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG Tembok Dukuh, Chafi Alida Majla, mengonfirmasi adanya laporan siswa dari sejumlah sekolah yang mengalami gejala mual hingga muntah setelah menyantap menu MBG pada Senin (11/5/2026).

"Ada 13 sekolah. Biasanya kita membuat 3.020 porsi, namun hari ini kita hanya membuat 2.000 sekian karena saya menerima informasi ada sekolah yang keracunan, langsung saya stop," ujar Alida, Senin (11/5/2026).

Pihak SPPG juga menghentikan sementara operasional dapur untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

Diketahui, sebagian siswa yang mengalami keluhan bahkan harus dirujuk ke puskesmas hingga Rumah Sakit IBI untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Terkait dugaan penyebab keracunan, Alida menyebut menu daging krengsengan masih menjadi fokus evaluasi. Meski begitu, ia memastikan bahan baku yang digunakan dalam kondisi baik dan proses memasak telah mengikuti standar resep yang berlaku.

"Dagingnya tidak basi, mungkin dari pengolahannya, karena saat kita terima dagingnya sudah bagus. Kalau bumbunya sudah sesuai resep, kita pastikan makanan tersebut masih fresh," jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG memastikan seluruh biaya pengobatan dan perawatan siswa terdampak akan ditanggung sepenuhnya.

"Untuk tindakan dari SPPG, kita bertanggung jawab penuh terhadap anak-anak yang terdampak. Seluruh pembiayaan kita tanggung," tegas Alida.

Ia juga mengungkapkan, operasional dapur MBG di SPPG Tembok Dukuh dihentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil tim kesehatan.

"Kita berhenti operasional, kita evaluasi dulu sampai semua benar-benar baik. Baru nanti kita lihat kelanjutannya sembari menunggu hasil sampel," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan siswa dari sekitar 12 sekolah mengalami keluhan mual dan muntah usai menyantap makanan MBG.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.