13 May 2026

Get In Touch

Meski Melandai, Inflasi Kota Malang April 2026 Masih Dipicu Harga Pangan

Ilustrasi: Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi mendampingi Wali Kota Wahyu Hidayat melakukan panen cabai di wilayah Kecamatan Kedungkandang, 4 Maret 2026. (Santi/Lentera)
Ilustrasi: Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi mendampingi Wali Kota Wahyu Hidayat melakukan panen cabai di wilayah Kecamatan Kedungkandang, 4 Maret 2026. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulanan Kota Malang pada April 2026 tercatat sebesar 0,05 persen, melandai dari Maret 2026 yang mencapai 0,34 persen. Kenaikan harga bahan pangan, terutama cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah, masih menjadi pemicu utama inflasi di wilayah tersebut.

"Dengan capaian tersebut, Kota Malang mengalami inflasi tahunan sebesar 2,70% (yoy), berada di bawah inflasi tahunan Jawa Timur sebesar 2,85% (yoy), namun masih berada di atas inflasi tahunan Nasional sebesar 2,42% (yoy)," ujar Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Malang, Indra Kuspriyadi, dalam pernyataan resminya, Sabtu (9/5/2026).

Dijelaskannya, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar inflasi selama April 2026 dengan andil mencapai 0,48 persen.

Beberapa komoditas pangan yang paling memicu kenaikan harga di antaranya cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai merah. Masing-masing komoditas memberikan andil inflasi sebesar 0,20 persen, 0,10 persen, 0,07 persen, dan 0,02 persen.

Menurutnya, kenaikan harga komoditas tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, sementara pasokan di lapangan mengalami keterbatasan akibat faktor cuaca, khususnya untuk komoditas cabai.

"Permintaan masyarakat meningkat, namun pasokan belum sepenuhnya stabil karena kendala cuaca di sentra produksi," katanya.

Tak hanya bahan pangan, kenaikan tarif transportasi juga turut menyumbang inflasi pada April 2026. Tarif angkutan udara mengalami kenaikan seiring meningkatnya harga avtur akibat kenaikan harga minyak dunia. Selain itu, penyesuaian harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo per 1 April 2026 juga ikut memengaruhi.

Sementara itu, tarif kereta api turut mengalami kenaikan setelah berakhirnya masa promo diskon angkutan Lebaran 2026.

Meski demikian, Indra menyebut tekanan inflasi di Kota Malang masih tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas lainnya. Beberapa komoditas yang mengalami deflasi di antaranya emas perhiasan, telur puyuh, serta sejumlah bahan pangan yang sebelumnya sempat mengalami lonjakan harga.

Penurunan harga emas perhiasan dipicu melemahnya harga emas dunia sepanjang April 2026. Sedangkan penurunan harga cabai rawit, daging ayam ras, dan telur ayam ras terjadi karena permintaan masyarakat mulai kembali normal setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Selain itu, pasokan cabai juga mulai membaik seiring masuknya masa panen raya di sejumlah daerah penghasil.

Selama April 2026, menurutnya Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang telah melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi. Mulai dari pemantauan harga bahan pangan pokok, inspeksi mendadak stok LPG 3 kilogram bersama Polresta Malang Kota, hingga kegiatan panen cabai dan penyaluran bantuan sarana produksi kepada petani.

Selain itu, TPID juga menggelar kegiatan tanam padi serentak se Jawa Timur di Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun pada 23 April 2026, serta mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi mingguan bersama Kementerian Dalam Negeri.

Indra menegaskan, koordinasi lintas instansi akan terus diperkuat untuk menjaga kestabilan harga, terutama menjelang periode-periode dengan potensi lonjakan permintaan masyarakat.

Reporter: Santi Wahyu

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.