02 May 2026

Get In Touch

Megawati Cerita Temui Prabowo Usai Beredar Tuduhan Partai Merah Bekingi Demo

Prabowo Subianto menerima kedatangan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026) siang (Tangkapan layar Instagram @prabowo)
Prabowo Subianto menerima kedatangan Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum (Ketum) PDI Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (19/3/2026) siang (Tangkapan layar Instagram @prabowo)

JAKARTA (Lentera) -Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri mengaku pernah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menjawab tuduhan dalang penggerak massa demonstrasi Agustus 2025.

Sebelum bertemu dengan Prabowo, Megawati mendengar kalau ada pihak yang menuduh PDI-P sebagai penggerak demonstrasi.

“Lah waktu kemarin yang Agustus itu tiba-tiba ada yang dari... ini kami, kami punya pengacara, mengatakan bahwa itu kan diinikannya (dituduhkannya) untuk ke partai kami,” ujar Megawati saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Gelar Profesor Emeritus untuk Eks Hakim Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat di Universitas Borobudur, Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Setelah mendengar kabar itu, Megawati mengaku langsung bertemu dengan Prabowo untuk mempertanyakan maksud tuduhan yang beredar.

“Saya ketemu dengan Pak Prabowo, saya mengatakan pada beliau 'Pak, kalau memang kami buktinya saja dulu gampang. Kita sama-sama ketua umum. Jangan begitu dong hanya mengatakan itu yang di belakangnya adalah merah,” kata Megawati.

Kepada Prabowo, Megawati mempertanyakan sampai kapan Indonesia mau dipecah belah untuk menjatuhkan salah satu pihak hanya karena tidak sepaham.

“Apakah akan seperti itu selalu kita yang katanya Bhinneka Tunggal Ika, yang katanya kita harus bergotong-royong, yang katanya kita berpancasila? Hah? Hanya untuk menjatuhkan seseorang ataupun ataupun kelompoknya karena tidak bisa sama? Apakah kita ini sudah menjadi negara apa? Coba tolong saya diberitahu,” kata Megawati mengulang ucapannya pada Prabowo waktu itu.

Megawati tidak menyebutkan kapan pertemuan ini dilakukan dan tidak mengungkap respons Prabowo dalam pertemuan itu.

Dia menegaskan, tugas seorang Presiden tidak mudah, tapi harus dilakukan dengan cara yang menghormati hukum.

Megawati, dilansir Kompas juga menyinggung ketika dia harus memisahkan TNI dan Polri sesuai mandat dari TAP MPR Nomor VI Tahun 2000.

“Sebagai presiden, saya yang memisahkan antara TNI dan Polri. Apa dipikir itu gampang? Tidak. Tapi, itu kan TAP. Saya selalu menghormati hukum yang telah dibuat oleh pemerintah. Waktu itu kebetulan saya yang dapat,” kata Megawati (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.