JAKARTA (Lentera) - Ledakan bom dahsyat mengguncang bud yang melintas di wilayah Cauca, Kolombia barat daya, menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai 36 lainnya.
Mengutip Antara, Gubernur Cauca, Octavio Guzmán, mengonfirmasi jumlah korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/4/2026) tersebut. Dari total korban tewas, 15 di antaranya merupakan perempuan dan lima lainnya laki-laki.
"Peristiwa ini merupakan serangan paling keji terhadap masyarakat sipil di Cauca dalam beberapa dekade terakhir," ujar Guzmán melalui pernyataan resminya di platform X, Minggu (26/4/2026).
Selain korban tewas, sebanyak 36 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Tiga korban masih menjalani perawatan intensif, sementara 5 anak yang turut menjadi korban dilaporkan dalam kondisi berangsur membaik.
Ledakan terjadi di kawasan Cajibío, saat sebuah bus pedesaan yang dikenal sebagai "chiva" melintas di Jalan Raya Pan-Amerika. Alat peledak diduga dipasang di dalam gorong-gorong di bawah jalan dan meledak tepat saat kendaraan melintas.
Dampak ledakan tidak hanya menghancurkan bus yang menjadi sasaran utama, tetapi juga merusak sejumlah kendaraan lain di sekitar lokasi kejadian. Kekuatan ledakan bahkan dilaporkan membentuk kawah besar di badan jalan.
Sejumlah laporan awal juga menyebutkan kemungkinan lain, yakni bahan peledak dilemparkan ke arah bus sebelum meledak. Namun, hingga kini otoritas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan skenario pasti dari serangan tersebut.
Pemerintah daerah menetapkan masa berkabung selama 3 hari sebagai bentuk penghormatan kepada para korban. Rencana upacara peringatan juga tengah disiapkan dalam beberapa hari ke depan.
Guzmán menambahkan, ledakan tersebut meninggalkan kerusakan serius pada infrastruktur jalan, dengan kawah yang diperkirakan mencapai volume sekitar 200 meter kubik.
Sementara itu, Presiden Kolombia, Gustavo Petro, secara tegas menyebut serangan tersebut didalangi oleh Iván Mordisco, tokoh yang memimpin salah satu faksi bersenjata dalam kelompok pemberontak FARC.
Editor: Santi




.jpg)
