PALANGKA RAYA (Lentera) - Program Kampung Iklim (Proklim) yang tengah dikembangkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapat apresiasi dari kalangan DPRD Kota Palangka Raya.
Sebagaimana disampaikan Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim, program ini dinilai efektif dalam menghadapi dampak perubahan iklim di daerah.
"Proklim sangat relevan dengan kondisi cuaca saat ini, terutama dalam menghadapi ancaman bencana banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta pola perubahan cuaca yang tidak menentu," papar Arif, Sabtu (25/4/2026).
Ia berpendapat, langkah yang ditempuh Pemkot melalui sosialisasi Proklim di Kelurahan Sei Gohong, merupakan upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap isu lingkungan.
Arif menekankan, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada upaya pemerintah saja, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat mulai dari tingkat RT, RW, dan Kelurahan.
Selain itu ia meminta agar DLH tidak hanya fokus pada penambahan jumlah lokasi Proklim, tetapi juga memastikan kualitas pelaksanaannya benar-benar optimal.
"Yang terpenting bukanlah kuantitasnya, tetapi bagaimana program tersebut bisa berjalan efektif dan berkelanjutan, disertai dengan pendampingan dan evaluasi rutin," ucapnya.
Tidak hanya itu, Arif meminta adanya dukungan anggaran yang memadai agar setiap kegiatan Proklim, seperti pengelolaan sampah berbasis masyarakat, penghijauan, hingga pencegahan karhutla, dapat berjalan maksimal.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan lingkungan di Kota Palangka Raya.
"Jika semua pihak terlibat secara aktif, kita optimis target peningkatan kualitas Proklim hingga ke kategori lestari dapat tercapai," pungkasnya.
Reporter: Novita/Editor: Santi



.jpg)
