17 April 2026

Get In Touch

Songkran 2026 Memakan Korban: 581 Kecelakaan, 95 Nyawa Melayang

Warga saling bermain air saat merayakan festival Tahun Baru Thailand, Songkran, di salah satu kawasan wisata favorit, Khaosan Road, Bangkok, Senin (13/4/2026). (REUTERS)
Warga saling bermain air saat merayakan festival Tahun Baru Thailand, Songkran, di salah satu kawasan wisata favorit, Khaosan Road, Bangkok, Senin (13/4/2026). (REUTERS)

BANGKOK (Lentera) - Perayaan Tahun Baru Thailand, Songkran 2026, diwarnai tragedi yang memakan korban. Dalam tiga hari pertama, tercatat 581 insiden kecelakaan yang mengakibatkan 95 nyawa melayang, di tengah lonjakan mobilitas selama festival berlangsung.

"Pada tanggal 12 April saja, pihak berwenang mencatat 193 kecelakaan, yang mengakibatkan 169 cedera dan 24 kematian. Secara kumulatif, dari tanggal 10 hingga 12 April, terjadi 581 kecelakaan, dengan 486 cedera dan 95 kematian," ujar Wakil Juru Bicara Pemerintah Thailand, Lalida Persvivatana, melansir Kompas, Kamis (16/4/2026).

Lalida menyebut, pemerintah telah mengerahkan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan selama perayaan berlangsung.

Kementerian Pariwisata dan Olahraga bekerja sama dengan Biro Kepolisian Pariwisata serta sejumlah instansi terkait guna memperketat pengawasan di lapangan.

Diketahui, lonjalan kecelakaan selama Songkran bukanlah fenomena baru. Pemerintah Thailand bahkan menjuluki periode libur ini sebagai "Tujuh Hari Berbahaya", merujuk pada kampanye tahunan keselamatan jalan raya yang secara khusus digelar untuk menekan angka kecelakaan yang cenderung meningkat drastis setiap tahunnya.

Berdasarkan data Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, total 486 orang mengalami luka-luka dalam ratusan kecelakaan yang terjadi selama tiga hari pertama tersebut. Meski demikian, dilaporkan tidak ada korban jiwa dari kalangan wisatawan asing, meskipun 7 di antaranya mengalami cedera.

Inspektur Jenderal Transportasi Thailand, Phadoongsak Sarujikamjornwattana, mengungkapkan Provinsi Lampang di wilayah utara menjadi daerah dengan jumlah kecelakaan terbanyak. Tercatat ada 25 kasus kecelakaan dengan jumlah korban luka yang sama.

Sementara itu, ibu kota Bangkok juga mencatat angka korban jiwa yang signifikan. Dalam periode tersebut, enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas. Khusus pada Minggu (12/4/2026), terjadi 171 kecelakaan yang menyebabkan 24 kematian dan 169 korban luka.

Faktor utama penyebab kecelakaan didominasi oleh perilaku pengemudi yang tidak tertib, terutama berkendara dalam kondisi mabuk dan melaju dengan kecepatan tinggi.

Data menunjukkan, 92 persen pelanggaran lalu lintas yang ditindak selama periode tersebut berkaitan dengan konsumsi alkohol.

Selain itu, sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang paling banyak terlibat dalam kecelakaan, dengan persentase mencapai 77 persen.

Departemen Pengawasan Thailand juga mencatat sebanyak 1.750 pengemudi telah dikenai sanksi akibat pelanggaran lalu lintas selama tiga hari pertama Songkran.

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.