RIYADH (Lentera) -Kementerian Energi Arab Saudi mengumumkan, berhasil memulihkan jalur pipa minyak utama timur-barat (Petroline) dan fasilitas energi lainnya yang sempat rusak akibat serangan Iran.
Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas pasokan energi dunia di tengah ketidakpastian nasib Selat Hormuz yang saat ini masih dalam kendali ketat Teheran.
"Fasilitas energi dan jalur pipa timur-barat yang rusak akibat serangan telah pulih dan kembali beroperasi penuh, sehingga meningkatkan keandalan pasokan," lapor kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), mengutip pernyataan Kementerian Energi.
Pemulihan ini secara signifikan meningkatkan kapasitas pemompaan minyak Arab Saudi kembali ke angka maksimal, yakni sekitar 7 juta barrel per hari (bpd).
Atasi kerugian produksi akibat serang
Kementerian energi menjelaskan, serangkaian serangan sebelumnya telah menyebabkan hilangnya kapasitas pemompaan sebesar 700.000 barrel per hari melalui pipa timur-barat.
Serangan balasan Iran juga berdampak pada produksi di ladang Manifa milik Arab Saudi. Namun, produksinya kini telah dipulihkan.
Sementara, proses pemulihan sedang dilakukan di ladang minyak Khurais untuk mengembalikan ke kapasitas produksi penuh.
Pada Jumat (10/4/2026), Riyadh mengkonfirmasi, serangan Iran yang berlangsung selama beberapa minggu telah berdampak pada kapasitas produksi minyak.
Total, ada tiga orang yang tewas di Arab Saudi sejak awal perang.
Seorang pejabat Kementerian Energi mengatakan, salah satu stasiun pompa pada jalur pipa timur-barat yang vital terkena serangan tersebut.
Pipa minyak jadi jalur vital selama perang
Petroline Arab Saudi terbukti menjadi jalur ekonomi vital selama perang, khususnya ketika Selat Hormuz lumpuh.
Ini merupakan jaringan pipa sepanjang 1.200 kilometer yang menghubungkan Laut Merah di barat dengan Teluk di timur.
Pejabat itu mengatakan, fasilitas di Riyadh, Provinsi Timur, dan kota industri Yanbu, serta infrastruktur untuk produksi, transportasi, pengolahan minyak dan gas, pabrik petrokimia, serta fasilitas pembangkit listrik menjadi sasaran serangan Iran terhadap Arab Saudi.
"Pemulihan yang cepat akan meningkatkan keandalan dan keberlanjutan pasokan ke pasar lokal dan global," kata pejabat itu (*)
Editor: Arifin BH




.jpg)
