BADAN Gizi Nasional (BGN) tengah menghadapi sorotan tajam terkait disorientasi alokasi anggaran yang dinilai lebih mengutamakan belanja pendukung ketimbang substansi program. Diketahui, fi tengah upaya efisiensi, lembaga ini justru menganggarkan Rp1,2 triliun untuk pengadaan motor listrik. Ternyata tak hanya itu, dana Rp1,1 triliun digunakan untuk belanja laptop dan tablet. Angka fantastis ini dianggap tidak proporsional. Apalagi di lapangan dilaporkan penyusutan nilai makanan hingga di bawah Rp10.000 per porsi. Kontras anggaran semakin terlihat pada pos belanja operasional yang bersifat remeh-temeh. Seperti pengadaan kaus kaki senilai Rp6,9 miliar dan seragam sebesar Rp68,3 miliar. BGN juga mengalokasikan Rp113 miliar untuk jasa event organizer. Jika anggaran untuk mendandani birokrasi tersebut dialihkan seluruhnya untuk makanan, maka dana yang terbuang itu setara dengan 11.300.000 porsi. Itu baru satu pos, bagaimna jika semua lini dicurangi ? BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/13042026.pdf



.jpg)
.jpg)
