13 April 2026

Get In Touch

Iran Tegas Pertahankan Selat Hormuz dan Tuntut Kompensasi Usai Negosiasi Buntu

Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref. (REUTERS)
Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref. (REUTERS)

ISTANBUL (Lentera) - Iran menegaskan sikap kerasnya terkait Selat Hormuz. Usai negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) yang berakhir buntu tanpa kesepakatan, Teheran memastikan tidak akan mundur dalam mempertahankan hak strategisnya, termasuk menuntut kompensasi atas konflik yang terjadi.

"Dari kekuatan di Selat Hormuz hingga menuntut kompensasi, kami tetap teguh pada hak-hak rakyat. Ini adalah komitmen kami untuk Iran yang kuat," ujar Wakil Presiden Iran, Mohammad Reza Aref, melansir Antara, Minggu (12/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Aref, sehari setelah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang digelar di Islamabad, Pakistan.

Aref menambahkan, Iran tidak hanya mengandalkan pendekatan kekuatan, tetapi juga tetap membuka ruang diplomasi. Namun, ia menegaskan upaya diplomatik tersebut tidak akan mengorbankan prinsip dan kedaulatan negara.

Diketahui, perundingan yang dimediasi oleh Pakistan sebelumnya berlangsung melalui beberapa putaran diskusi intensif. Kedua pihak saling bertukar usulan, namun hingga akhir pertemuan belum ditemukan titik temu atas sejumlah isu krusial.

Baik Iran maupun Amerika Serikat akhirnya meninggalkan Islamabad dengan membawa sejumlah isu yang masih menggantung. Meski demikian, kedua pihak sama-sama memberi sinyal jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.

Perundingan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk meredakan konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026. Situasi semakin kompleks dengan adanya gencatan senjata dua pekan yang dinilai masih rapuh. 

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.