SURABAYA (Lentera) — Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Diana Sasa menyoroti persoalan serius pada sistem drainase di Kabupaten Magetan, setelah menemukan langsung sejumlah titik banjir yang berdampak pada kerusakan infrastruktur jalan.
“Saat Magrib saya ditelepon warga, melaporkan daerahnya kebanjiran lagi. Saya langsung turun, menyusuri dari Pasar Sayur ke arah utara,” ungkap ha saat dikonfirmasi, Minggu (5/4/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Diana menemukan aliran air meluap dari saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air. Bahkan air mengalir deras di atas badan jalan, dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
“Airnya keluar dari lubang drainase, lalu mengalir di jalan raya. Arusnya sangat deras, ini jelas berbahaya,” katanya.
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut, juga mencatat adanya kerusakan jalan akibat kuatnya arus air, termasuk kondisi aspal yang mengelupas di sejumlah titik.
“Aspal sampai mengelupas. Ini bukan genangan biasa, ini sudah merusak jalan. Arus airnya kencang sekali,” tegasnya.
Selain itu, Diana menemukan penyumbatan saluran drainase akibat endapan lumpur yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama air meluap ke jalan.
“Di Jalan Diponegoro, setelah dibuka ternyata drainasenya tersumbat endapan lumpur. Ini yang membuat air tidak mengalir dan akhirnya meluap. Artinya pemeliharaan tidak berjalan maksimal,” katanya.
Meski air relatif cepat surut setelah hujan reda, Diana menilai kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai masalah yang selesai.
“Memang airnya cepat surut. Tapi ini masalah yang kalau dibiarkan berlarut-larut akan terus berulang, bahkan berpotensi makin parah—merusak jalan, mengganggu aktivitas warga, dan membahayakan keselamatan,” tegasnya.
Ia menekankan, temuan di lapangan menunjukkan adanya persoalan struktural dalam sistem drainase yang perlu segera dibenahi.
“Ini bukan sekali dua kali. Artinya ada masalah serius. Drainase harus dihitung ulang kapasitasnya, saluran harus rutin dibersihkan, dan titik limpasan harus dipetakan dengan benar,” terangnya.
Diana juga meminta, penanganan segera terhadap kerusakan jalan guna mencegah risiko bagi masyarakat.
“Kita tidak bisa menunggu. Ini soal keselamatan warga. Harus ada tindakan cepat dan nyata,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais




.jpg)
