SURABAYA (Lentera) - Puluhan warga Sidokapasan X, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya, diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi nasi kotak tahlilan tujuh harian.
Sebanyak empat orang harus dirujuk ke rumah sakit, sementara belasan lainnya menjalani rawat jalan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Surabaya, Linda Novanti membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Ada empat warga dirujuk di RS, 18 warga rawat jalan,” kata Linda pada Sabtu (4/4/2026) mengutip Kompas.com, Minggu (5/4/2026).
Sementara itu, Ketua RT 7 RW 1 Kelurahan Sidodadi, Arif mengungkapkan tahlilan itu berlangsung, pada Selasa (31/3/2026).
Kemudian, keesokan harinya, pada Rabu (1/4/2026), warga mulai merasakan gejala keracunan. Pihaknya baru mengetahui adanya dugaan keracunan secara pasti, pada Jumat (43/4/2026) siang. Saat itu, jumlah warga yang terdampak, masih sedikit.
“Tahunya itu kemarin, Jumat (4/4/2026) siang, tapi masih ada 1 sampai 2 orang saja,” katanya.
Menurutnya, korban berasal dari berbagai kalangan, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Terkait gejala yang dialami warga, Arif menyebut mayoritas mengalami lemas tanpa muntah.
“Muntah enggak, lemes aja,” pungkasnya.
Terpisah, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya belum bisa memastikan penyebab keracunan, yang menimpa puluhan warga Sidokapasan X, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Simokerto, Surabaya, pada Sabtu (4/4/2026).
Kadinkes Surabaya, Dokter Billy Daniel Messakh mengatakan pihaknya belum bisa memastikan kandungan apa yang ada di dalam nasi kotak untuk peringatan tujuh harian itu, hingga membuat puluhan warga keracunan.
“Karena tidak ada sampel makanan yang bisa diperiksa, kami belum bisa memastikan. Yang kami tahu hanya menu yang disiapkan itu ada nasi, tumis buncis, ayam bumbu merah, mie bihun goreng dan acar,” katanya mengutip suarasurabaya.net, pada Minggu (5/5/2026).
Meski begitu, dari keterangan warga yang dihimpun, Dinkes Surabaya menyoroti proses pembagian porsi makanan yang diduga dilakukan tanpa alat pelindung diri.
“Dari proses pembagian porsi, itu ada tiga orang. Nah, itu dikemas di wadah kardus. Jadi, yang menjamah makanan itu petugasnya tidak menggunakan pelindung diri,” tambahnya.
Billy menambahkan, saat ini kondisi warga yang mengalami indikasi keracunan seperti, mual, muntah, diare, dan badan lemas itu, sudah berangsur stabil.
Editor: Arief Sukaputra/Berbagai sumber




.jpg)
