YOGYAKARTA (Lentera) — Jalan Malioboro akan ditutup total selama satu hari pada 2 April 2026 mendatang, dengan adanya acara peringatan hari ulang tahun ke-80 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti menyampaikan penutupan arus lalu lintas akan dilakukan mulai dari sisi utara, hingga kawasan selatan Malioboro. Ribuan orang diperkirakan bakal memadati akses menuju Keraton Yogyakarta.
“Nanti arus lalu lintas dari sisi utara akan kami tutup dari Teteg sampai ke selatan itu nanti juga di Malioboro, sirip-sirip kami tutup akan banyak masyarakat berjalan ke arah Keraton meskipun titik kumpul awal start di Titik Nol kami sudah menutup dari sisi utara,” kata Erni saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2026) melansir Kompas.com, Selasa (31/3/2026).
Selain Malioboro, arus lalu lintas dari arah timur di Jalan Senopati. serta akses dari Titik Nol Kilometer ke arah barat menuju RS PKU Muhammadiyah juga akan ditutup.
Penutupan dijadwalkan berlangsung mulai pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB.
“Jalan Ibu Ruswo juga akan kami tutup tetapi plengkungnya masih bisa untuk arus lalu lintas. Masyarakat kami mohon beradaptasi,” ujar Erni.
Acara bertajuk mangayubagya atau bentuk syukur atas ulang tahun ke 80 Sultan HB X ini diinisiasi oleh Nayantaka, paguyuban lurah se-DIY.
Sementara itu, Ketua Nayantaka, Gandang menjelaskan acara ini akan dihadiri oleh sekitar 10.000 hingga 12.000 orang yang terdiri dari lurah dan pamong kelurahan di seluruh DIY.
“Perkiraan nanti tiap kelurahan itu ada 20 perwakilan, secara kasar 10 ribu sampai 12 ribu untuk kami lurah-lurah,” tutur Gandang.
Para lurah yang hadir, diwajibkan mengenakan pakaian adat Jawa atau pakaian adat khas Yogyakarta. Meski menjadi acara resmi bagi para pamong, Gandang mempersilakan masyarakat umum untuk ikut bergabung memeriahkan suasana dengan mengenakan batik.
“Kalau untuk wanita ada dua pilihan bisa pakai pakaian adat jika berjilbab pakai batik jadi jelasnya seperti itu. Kita ini terbuka untuk umum masyarakat mau gabung monggo,” imbuhnya.
Guna mengantisipasi kepadatan, panitia telah menyiapkan kantong-kantong parkir khusus bagi rombongan dari tiap kabupaten. Lurah dari Kota Yogyakarta akan ditempatkan di TKP Sriwedani, sementara rombongan dari Sleman dan Gunungkidul dipusatkan di Kompleks Kepatihan.
Untuk lurah asal Kulon Progo, lokasi parkir disiapkan di Jalan Ahmad Dahlan, sedangkan rombongan dari Kabupaten Bantul akan menggunakan TKP Senopati. Urutan kedatangan rombongan akan dimulai dari Kota Yogyakarta, disusul Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan terakhir Gunungkidul untuk memberikan toleransi waktu perjalanan.
Editor: Arief Sukaputra



.jpg)
