28 March 2026

Get In Touch

158 Hektar Sawah di Pasuruan Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

158 hektare sawah di 2 kecamatan wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur terancam gagal panen setelah terendam selama sepekan, Jumat (27/3/2026) -Kompas
158 hektare sawah di 2 kecamatan wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur terancam gagal panen setelah terendam selama sepekan, Jumat (27/3/2026) -Kompas

PASURUAN (Lentera) -Cuaca ekstrem yang memicu banjir di wilayah Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, mulai berdampak buruk pada sektor pertanian.

158 hektar lahan sawah di 2 kecamatan terendam banjir dalam sepekan terakhir. Kondisi ini membuat para petani terancam gagal panen (puso), mengingat air luapan sungai belum sepenuhnya surut dari area persawahan.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, sebaran dampak banjir terparah berada di Kecamatan Rejoso dan Kecamatan Winongan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah mengungkapkan, mayoritas tanaman padi yang terendam masih berada dalam fase pertumbuhan.

“Total ada 158 hektar lahan padi yang terdampak banjir. Saat ini kami terus melakukan pendataan dan pemantauan intensif di lapangan. Karena masih ada sawah yang terendam di kecamatan lain,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Di Kecamatan Rejoso, desa-desa yang menjadi sentra produksi padi seperti Desa Kawisrejo, Toyaning, dan Kedungbako menjadi wilayah terdampak paling luas.

Ketinggian air yang merendam batang padi bervariasi yang mengancam kelangsungan hidup tanaman.

Mengutip Kompas, tanaman padi yang terdampak rata-rata berusia antara 20 hingga 80 hari setelah tanam (HST). Usia tersebut merupakan masa vegetatif dan generatif yang sangat rentan terhadap pembusukan jika terendam air dalam waktu lama.

Minimalisir Kerugian Petani

Pihak dinas mengeklaim sudah melakukan langkah-langkah teknis untuk meminimalisir kerugian petani. Fokus utama saat ini adalah mempercepat pengeringan lahan agar genangan tidak merusak sistem perakaran padi.

“Hingga saat ini, penanganan teknis sudah dilakukan di sekitar 83 hektar lahan untuk menekan risiko kerusakan lebih lanjut,” tambah Ainur.

Meski langkah mitigasi terus berjalan, ancaman gagal panen tetap bergantung pada kondisi cuaca beberapa hari ke depan.

Jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur hulu sungai, dikhawatirkan banjir susulan akan memperparah kondisi tanaman yang sudah lemas akibat terendam.

Saat ini, petugas lapangan bersama kelompok tani (poktan) setempat terus bersiaga melakukan koordinasi terkait bantuan pompa air maupun evaluasi potensi kerugian materiil yang dialami petani di wilayah timur Pasuruan tersebut.

"Kami juga masih mendata area persawahan di wilayah barat Pasuruan yang kini juga terendam banjir, seperti di Desa Kedungringin Kecamatan Beji," pungkasnya (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.