27 March 2026

Get In Touch

Arus Balik Lebaran 2026 di Bandara YIA Lampaui Mudik, Hampir 17 Ribu Penumpang

Penumpang di Bandar Udara Yogyakarta Internasional Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto:ist/Kompas.com)
Penumpang di Bandar Udara Yogyakarta Internasional Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. (foto:ist/Kompas.com)

KULON PROGO (Lentera)- Arus balik musim Lebaran 2026 melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta terpantau tinggi bahkan melebihi saat mudik. 

Lonjakan pergerakan penumpang ini dipicu kepastian waktu masyarakat, untuk kembali bekerja dan beraktivitas pada tanggal-tanggal tertentu. Walau terpantau mulai meningkat sejak 22 Maret 2026, jumlahnya terus mengalami peningkatan signifikan hingga saat ini. 

“Fenomena Lebaran tahun ini dapat kami sampaikan, bahwa peningkatan arus balik mencerminkan perubahan pola mobilitas masyarakat,” kata Branch Communication and CSR Department Head Bandara Yogyakarta International Airport PT Angkasa Pura Indonesia, Anita Herawati mengutip Kompas.com, Kamis (26/3/2026). 

Puncak arus balik sementara tercatat pada 24 Maret 2026, dengan total 16.963 penumpang dan 103 pergerakan pesawat. Angka ini terjadi sehari sebelum pegawai kembali masuk kerja, jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan puncak arus mudik yang terjadi pada 15 Maret 2026 yakni sebanyak 16.407 penumpang. 

Sehari sebelumnya, pada 23 Maret, lonjakan sudah terlihat dengan total 16.794 penumpang dan 102 pergerakan pesawat. Sementara itu, pada 25 Maret 2026, yang merupakan hari efektif kembali bekerja, tercatat 16.016 penumpang dengan 97 pergerakan pesawat. 

Jumlah penumpang diperkirakan tetap bertahan di atas 16.000 penumpang pada hari ini.  

“Untuk hari ini diproyeksikan sekitar 16.117 penumpang, dengan pergerakan pesawat sekitar 99 penerbangan,” kata Anita. 

Dari sisi destinasi, sejumlah kota besar menjadi tujuan favorit penumpang selama arus balik, seperti Jakarta, Makassar (Ujung Pandang), Balikpapan, Denpasar, hingga Pekanbaru. 

Anita menambahkan, tingginya arus balik menunjukkan adanya perubahan pola mobilitas masyarakat. Jika arus mudik cenderung fleksibel, arus balik justru terjadi secara lebih terkonsolidasi. 

“Dengan pola perjalanan mudik yang fleksibel, sementara arus balik cenderung terkonsolidasi karena adanya kepastian waktu untuk kembali bekerja dan beraktivitas,” jelasnya. 

Fenomena ini menegaskan pergeseran makna Lebaran di masyarakat, tidak lagi sekadar perjalanan pulang kampung tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang lebih panjang bersama keluarga sebelum akhirnya terjadi lonjakan arus balik secara bersamaan. 

Pihak bandara masih terus memantau perkembangan arus balik dan memperkirakan puncak pergerakan penumpang, akan kembali terjadi pada 29 Maret 2026.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.