SURABAYA (Lentera) -Dua musibah kecelakaan terjadi pada hari Minggu kemarin, masing-masing di Tol Pemalang-Batang Jawa Tengan dan Tol Cipali, Jawa Barat.
Kecelakaan beruntun di ruas Tol Pemalang-Batang, tepatnya di KM 361+600 jalur A, Batang, Jawa Tengah, Minggu (15/3/2026).
Insiden yang viral di media sosial tersebut melibatkan bus PO Haryanto dan lima mobil, yakni Wuling Alvez, dua Toyota Innova, Suzuki XL7, dan Chery J6.
Diketahui kecelakaan bermula saat bus PO Haryanto melaju dari arah barat menuju timur melalui lajur kiri jalan tol.
Sopir bus disebutkan tidak dapat mengendalikan kendaraan hingga kemudian menabrak sejumlah kendaraan di depannya. Baca juga: Bus PO Haryanto Kecelakaan Beruntun di Tol Batang, 5 Mobil Ringsek
"Kronologi bermula saat bus Hino dengan nomor polisi S 7428 UN berjalan dari arah barat ke timur, di lajur kiri, melewati jalan lurus, datar, terbuat dari beton baik, cuaca cerah, arus lalu lintas sedang, sore hari. Sesampainya di TKP tidak dapat menguasai laju kendaraan kemudian menabrak Wuling Alvez," ucap Kasatlantas Polres Batang AKP Eka Hendra Ardiansyah, dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (16/3/2026).
Bus kemudian kembali menabrak mobil lain, yakni Toyota Innova bernomor polis F 1434 QJ, Toyota Innova B 2387 EGX, Suzuki XL7 dengan nomor polisi S 1599 CF serta Chery J6 yang berada di depannya.
Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka berat. Namun, satu orang mengalami luka ringan dan sejumlah kendaraan tersebut mengalami kerusakan.
Menanggapi kejadian tersebut, Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana menilai ada kemungkinan pengemudi bus mengalami kelelahan saat berkendara.
Menurut Sony, kondisi tersebut dapat membuat pengemudi kehilangan konsentrasi sehingga tidak menyadari adanya hambatan di depan kendaraan.
Ia menambahkan, karakter jalan tol yang cenderung lurus dan monoton juga bisa memengaruhi fokus pengemudi, terlebih saat kondisi cuaca panas.
Sementara itu, satu unit bus pariwisata terbakar di Tol Cipali KM 95+100 arah Jakarta sekitar pukul 16.54 WIB, Ahad, 15 Maret 2026. Keterangan dari kru bus, insiden diduga bermula saat kendaraan yang sedang melintas tiba-tiba mengeluarkan asap serta api dari bagian mesin.
Api diduga berasal dari hubungan arus pendek (korsleting) listrik.
"Pengemudi kemudian menepikan kendaraan ke bahu luar sebelum api membesar. Saat kejadian, bus dalam kondisi kosong tanpa penumpang," tutur Ardam Rafif Trisilo, Corporate Communications & Sustainability Management Astra tol Cipali, pada Minggu (15/3/2026).
Saat mendapatkan laporan petugas patroli pada pukul 16.54, Astra Tol Cipali segera menuju lokasi. Petugas tiba di lokasi mulai pukul 17.01 WIB untuk melakukan pengamanan jalur.
Proses pemadaman dibantu dengan kedatangan dua unit armada Pemadam Kebakaran Subang pada pukul 17.20 WIB. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
"Kami memohon maaf kepada pengguna jalan atas ketidaknyamanan serta gangguan arus lalu lintas yang timbul selama proses pemadaman berlangsung, " tutur Ardam, mengutip Kompas.
Proses pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 17.52 WIB.
Lalu Lintas di Tol Cipali Lancar
Sebanyak 40 ribu kendaraan telah melintasi Cikopo menuju Cirebon sejak pukul 00.00 hingga 17.00 WIB. Angka tersebut meningkat sekitar 11,3 persen dibandingkan volume lalu.
Sementara itu, di arah sebaliknya tercatat sekitar 18 ribu kendaraan melintasi Cikopo menuju Jakarta. Secara keseluruhan, volume lalu lintas di ruas Tol Cipali meningkat sekitar 7,1 persen dibandingkan periode waktu yang sama pada hari sebelumnya.
Mengutip Tempo, kondisi rest area di sepanjang ruas Tol Cipali terpantau ramai pengunjung, namun kapasitas parkir masih tersedia. "Kami mengimbau kepada pengguna jalan untuk membatasi waktu istirahat maksimal 30 menit, sehingga fasilitas rest area dapat digunakan secara bergantian oleh pengguna jalan lainnya," tutur Ardam.
Selain itu, pengguna jalan juga dapat memanfaatkan fasilitas di luar jalan tol dengan keluar melalui gerbang tol terdekat untuk beristirahat dan masuk kembali tanpa dikenai biaya tambahan, mengingat sistem transaksi pada jaringan Tol Trans-Jawa menggunakan sistem tertutup, sehingga tarif tol tetap dihitung berdasarkan jarak tempuh perjalanan.
Editor: Arifin BH





.jpg)
