17 March 2026

Get In Touch

Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Budu Raih Penghargaan AIOS 2026 di India

Kader Muhammadiyah Prof Budu saat menghadiri Annual Meeting All India Ophthamological Society (AIOS) 2026 di Jaipur India.
Kader Muhammadiyah Prof Budu saat menghadiri Annual Meeting All India Ophthamological Society (AIOS) 2026 di Jaipur India.

INDIA (Lentera) – Anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah, Prof. Budu meraih penghargaan Internasional dalam Annual Meeting All India Ophthamological Society (AIOS) 2026 di Jaipur India.

Penghargaan tersebut diberikan atas dedikasi dan kepeduliannya, dalam mendorong upaya pemberantasan kebutaan sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Dokter Mata Indonesia (PP PERDAMI).

 

Prof Budu mengungkap bahwa penghargaannya bukan semata penghormatan pribadi, tapi mencerminkan apresiasi internasional terhadap kerja panjang yang dilakukan bersama komunitas dokter mata Indonesia dalam memperluas pelayanan, edukasi, dan advokasi kebijakan di bidang kesehatan mata.

 

“Upaya pemberantasan kebutaan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antarnegara, antarorganisasi profesi, dan jejaring internasional agar target Sight 2030 dapat tercapai,” ujar Prof Budu saat hadir pada acara yang digelar pada 12-15 Maret 2026 di Jaipur Exhibition and Convention Centre, Rajasthan, India mengutip laman muhammadiyah.or.id, Minggu (15/3/2026).

 

Prof Budu juga mengikuti agenda strategis lain, yakni penandatanganan deklarasi bersama India, Indonesia, Nepal, dan Sri Lanka dalam gerakan pemberantasan kebutaan Sight 2030. 

 

Pada momentum itu, ia didampingi perwakilan Indonesia di International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB), Dr dr Yeni Dwi Lestari.

 

Deklarasi tersebut mempertegas komitmen lintas negara, untuk menekan angka kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah. Kerja sama itu mencakup penguatan layanan kesehatan mata, pencegahan, edukasi, dan dukungan kelembagaan.

 

“Keterlibatan Indonesia dalam deklarasi tersebut menunjukkan posisi aktif Indonesia dalam agenda kesehatan mata internasional. Indonesia, kini juga telah menjadi bagian dari International Agency for the Prevention of Blindness, jejaring global yang berfokus pada pencegahan kebutaan dan gangguan penglihatan,” katanya.

 

Annual Meeting AIOS sendiri merupakan salah satu forum ilmiah oftalmologi terbesar di kawasan Adia Selatan. Dari forum itu, terlihat bahwa diplomasi profesi kedokteran Indonesia terus berkembang. 

 

 

Penghargaan yang diterima Prof Budu di Jaipur pun menjadi simbol, bahwa kontribusi Indonesia dalam pemberantasan kebutaan memperoleh pengakuan yang semakin luas.

 

Melalui agenda Internasional ini juga, Muhammadiyah membuktikan bahwa kader unggulannya dapat terus menghasilkan kontribusi nyata hingga ke seluruh penjuru dunia. 

 

Dengan jejaring yang makin luas, upaya pencegahan kebutaan di Indonesia diharapkan berjalan lebih terarah, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.