05 April 2025

Get In Touch

Indonesia Belum Tercantum, China Buka 8 Rute Penerbangan Internasional

Pesawat maskapai penerbangan China Eastern setiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (Ant)
Pesawat maskapai penerbangan China Eastern setiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (Ant)

Kantor berita China, Xinhua,melaporkan bahwa hari ini Kamis (3/9/2020) China membuka rute penerbanganinternasional dari Beijing ke delapan negara.

Delapan negara yang masuk dalam daftartersebut adalah Kamboja, Yunani, Denmark, Thailand, Pakistan, Austria, Kanada,dan Swedia. Indonesia tidak tercantum di daftar tersebut.

"Semua negara itu memiliki risikopenularan lintas batas yang rendah dan melakukan pengujian tes asam nukleatterhadap para penumpang," ujar Xu Hejian, juru bicara pemerintah KotaBeijing, seperti dilaporkan Xinhua,Kamis (3/9/2020).

Hasil pengujian negatif Covid-19 akan menjadiprasyarat bagi penumpang sebelum menaiki penerbangan menuju Beijing.

Penerbangan pertama setelah dimulainya kembalipengoperasian itu akan terbang dari Phnom Penh, Kamboja, menurut AdministrasiPenerbangan Sipil China (Civil Aviation Administration of China/CAAC).

Jumlah penumpang dalam penerbanganinternasional langsung menuju Beijing akan dibatasi sekitar 500 orang setiapharinya selama masa uji coba. Angka tersebut direncanakan akan meningkat duakali lipat setelah masa uji coba itu berakhir, kata Xu.

Para penumpang akan menjalani pengujianCovid-19 di area khusus di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing setelahmelewati proses pemeriksaan bea cukai dan inspeksi saat kedatangan.

Para pelancong juga harus menjalani prosesobservasi medis terpusat wajib selama 14 hari. Mereka yang dinyatakan positifterjangkit Covid-19 atau mengalami demam atau gejala penyakit pernapasan akandipindahkan ke rumah sakit yang ditunjuk, termasuk orang-orang yang melakukankontak langsung dengan mereka, tambah Xu.

Pada Maret lalu, China mulai mengalihkan semuapenerbangan internasional yang dijadwalkan menuju Beijing ke bandara-bandara di12 kota lain di negara tersebut, di mana para penumpangnya wajib menjalanipemeriksaan bea cukai dan karantina. Mereka yang lolos dalam pemeriksaankarantina tersebut kemudian diizinkan untuk terbang ke Beijing dengan menaikipenerbangan awal mereka.

Hingga Selasa (1/9/2020), total 511penerbangan internasional telah dialihkan, kata CAAC, seraya menambahkan bahwaChina akan mengadopsi sejumlah langkah pencegahan epidemi yang lebih ketat danmembuat pengaturan menyeluruh bagi pembukaan bertahap penerbangan internasionalmenuju Beijing lainnya (Ant).

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.