10 March 2026

Get In Touch

Kulit Wajah Berubah? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Kolagen

Kulit Wajah Berubah? Bisa Jadi Tubuh Kekurangan Kolagen

SURABAYA ( LENTERA ) - Perubahan pada kulit wajah kerap terjadi secara perlahan dan sering dianggap sepele. Munculnya jerawat yang semakin sering, pori-pori terlihat lebih besar, hingga wajah tampak kusam biasanya langsung dikaitkan dengan kelelahan atau salah pilih skincare. Padahal, di balik perubahan kecil tersebut, bisa tersembunyi sinyal penting bahwa tubuh mulai mengalami kekurangan kolagen.

Kolagen merupakan protein utama yang berperan penting dalam menjaga elastisitas dan kelembapan kulit. Saat produksinya menurun, tanda-tanda kerap muncul perlahan pada kulit. Dampaknya tidak selalu muncul secara drastis, melainkan bertahap. Penurunan kolagen memang terjadi secara alami seiring bertambahnya usia, namun prosesnya dapat berlangsung lebih cepat akibat gaya hidup yang kurang sehat, seperti kurang tidur, paparan sinar matahari berlebih, kebiasaan merokok, hingga pola makan yang tidak seimbang.

Kulit Lebih Mudah Berjerawat
Jerawat yang sering on off meski perawatan kulit sudah rutin dilakukan bisa menjadi tanda awal menurunnya kolagen. Mengutip dari Wolipop, berkurangnya kolagen dapat melemahkan skin barrier sehingga kulit lebih rentan terhadap iritasi, bakteri, dan peradangan. Akibatnya, jerawat menjadi lebih mudah muncul, sulit sembuh, dan cepat kambuh.

Pori-pori Tampak Membesar
Kolagen berfungsi menjaga kekenyalan dan kelembapan struktur kulit. Ketika jumlahnya berkurang, jaringan kulit melemah sehingga pori-pori tampak lebih besar dan jelas terlihat. Kondisi ini membuat minyak dan kotoran tersumbat di kulit yang pada akhirnya memicu komedo hingga munculnya jerawat.

Muncul Kerutan dan Kulit Kendur
Sebagai penopang alami kulit, kolagen membantu menjaga wajah tetap kencang. Saat produksinya menurun, garis halus mulai muncul di area dahi, sekitar mata, dan garis senyum. Kulit juga terlihat lebih kendur karena kekurangan asupan kolagen dalam tubuh. Inilah salah satu tanda penuaan yang paling mudah dikenali akibat berkurangnya kolagen.

Wajah Terlihat Kusam dan Kurang Segar
Kolagen berperan dalam proses regenerasi sel kulit serta mendukung sirkulasi darah. Ketika produksinya melambat, pergantian sel kulit menjadi tidak optimal. Akibatnya, wajah kehilangan kilau alaminya dan tampak lelah meski sudah beristirahat cukup dan menggunakan make up

Tekstur Kulit Kasar dan Tidak Merata

Regenerasi kulit yang melambat juga berdampak pada tekstur wajah. Permukaan kulit terasa lebih kasar saat disentuh dan tampak tidak merata. Pada beberapa area, kulit bisa terasa lebih kering atau mudah mengelupas. Kondisi ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda awal penurunan kolagen.

Meski penurunan kolagen tidak dapat dihindari sepenuhnya, prosesnya bisa diperlambat dengan gaya hidup sehat. Menggunakan sunscreen, tidur cukup, mengelola stres, serta menjaga pola makan bergizi menjadi langkah penting. Perawatan kulit dengan kandungan vitamin C, peptide, atau hyaluronic acid juga dapat membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit. Dengan mengenali tanda-tanda kekurangan kolagen sejak dini dan menerapkan gaya hidup sehat, kesehatan kulit dapat tetap terjaga lebih lama. Perubahan kecil pada wajah pun tak lagi sekadar dianggap sepele, melainkan menjadi pengingat penting untuk merawat tubuh dari dalam. (Inna – Mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)
Beberapa jenis makanan dan minuman yang mengandung kolagen

Kaldu tulang
Kaldu dari tulang sapi atau ayam mengandung kolagen alami dan asam amino yang dapat membantu memperbaiki jaringan kulit serta menjaga elastisitasnya.

Ikan dan makanan laut
Banyak mengkonsumsi ikan, terutama bagian kulit dan tulangnya mengandung banyak kolagen serta asam lemak omega-3 yang membantu menjaga kelembaban dan kesehatan kulit.

Telur
Putih telur mengandung prolin, salah satu asam amino penting yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolagen secara alami.

Buah kaya vitamin C
Mengonsumsi buah yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, kiwi, stroberi, dan pepaya membantu merangsang produksi kolagen karena vitamin C berperan penting dalam proses pembentukan kolagen dalam tubuh.

Sayuran hijau
Mengonsumsi sayuran hijau, seperti bayam, brokoli, dan sayuran daun hijau lainnya mengandung antioksidan yang membantu melindungi kolagen dari kerusakan akibat radikal bebas.

Kacang-kacangan dan biji-bijian
Perbanyak konsumsi kacang-kacangan, seperti almond, kenari, dan biji chia mengandung zinc dan tembaga yang mendukung produksi kolagen serta menjaga kesehatan kulit.(*)
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.