12 March 2026

Get In Touch

Sebanyak 21 Santri di Jombang Keracunan Usai Berbuka Puasa Nasi Rawon dan Menu MBG

Puluhan santri Sholawat Darut Taubah Mojoagung Jombang menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah, Kamis (5/3/2026) malam.
Puluhan santri Sholawat Darut Taubah Mojoagung Jombang menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah, Kamis (5/3/2026) malam.

JOMBANG (Lentera) - Sebanyak 21 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Sholawat Darut Taubah di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang diduga mengalami keracunan makanan setelah berbuka puasa, Kamis (5/3/2026) malam.

Para santri awalnya menyantap hidangan berbuka berupa nasi dengan kuah rawon dari pihak Ponpes, dengan lauk telur asin jatah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Semula tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Namun, setelah melaksanakan salat Isya, sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala mual, muntah, serta pusing. Kondisi itu membuat pihak pondok segera melakukan evakuasi. Para santri yang mengalami gejala langsung dibawa ke PKU RSU Muhammadiyah Mojoagung untuk mendapatkan penanganan medis.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans serta Mobil Siaga Desa (MSD). Suara sirene kendaraan yang silih berganti terdengar di sekitar lokasi, menunjukkan situasi yang cukup panik saat para korban dilarikan ke rumah sakit.

Kapolsek Mojoagung, Kompol Yogas, membenarkan adanya peristiwa dugaan keracunan tersebut. Menurutnya, saat ini pihak kepolisian masih memprioritaskan proses evakuasi dan penanganan korban.

“Untuk sementara kami fokus mengevakuasi para santri dari pondok menuju rumah sakit. Dugaan awal mengarah pada keracunan makanan,” ujar Yogas saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026) malam.

Ia menjelaskan, total santri yang mengalami gejala berjumlah 21 orang, terdiri dari 20 santri perempuan dan satu santri laki-laki. “Kejadiannya sesudah isya,” tambahnya.

Pihak kepolisian bersama pengelola pondok masih terus melakukan penanganan terhadap para korban. Dugaan sementara, keracunan terjadi akibat makanan yang dikonsumsi para santri saat berbuka puasa.

Salah seorang santri putri, inisial AK (17) menuturkan kejadian berlangsung tidak lama setelah para santri menyantap hidangan berbuka. Menu yang disajikan pihak pondok berupa nasi rawon, ditambah makanan kering dari program MBG yang berisi roti, susu, kacang, kurma, dan telur asin.

"Setelah buka puasa, beberapa menit kemudian ada yang mulai mual, pusing, bahkan ada yang sampai tidak sadarkan diri," ujar AK.

AK selamat karena terlambat berbuka. Ia sedang mengikuti kegiatan di luar pondok dan belum sempat menyantap makanan saat santri lain mulai menunjukkan gejala.

Para santri yang masih sehat segera mengevakuasi teman-temannya ke pendopo pondok, sebelum akhirnya memanggil ambulans untuk membawa mereka ke rumah sakit.

Menu kering MBG yang diterima santri berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Betek. Namun, belum dapat dipastikan apakah makanan tersebut menjadi sumber keracunan.

Pengasuh Ponpes Sholawat Darut Taubah, KH Muhammad Adam, Desa Betek, menceritakan bagaimana puluhan santrinya mengalami keracunan usai berbuka puasa dengan menu nasi rawon lauk telur asin, Kamis malam, 5 Maret 2026.

Nasi rawon tersebut hasil masakan dari Ponpes, sedang telur asin merupakan makanan yang diterima santri dari program MBG di desa setempat.

Beberapa santri bahkan belum selesai makan, namun sudah merasa mual dan akhirnya muntah. Mereka menyantap makanan itu saat berbuka puasa. “Baru mulai makan, belum semuanya selesai, sudah ada yang merasa mual lalu muntah,” ujar KH. Muhammad Adam.

Awalnya, ia mengira kondisi tersebut disebabkan oleh kelelahan sehabis berpuasa sepanjang hari. Namun, saat keluhan mual dan muntah mulai dialami banyak santri dalam waktu yang hampir bersamaan, kekhawatiran pun muncul. “Kami sempat mengira hanya telat makan atau mungkin karena lelah. Tapi ternyata yang mengalami keluhan cukup banyak,” lanjutnya. (*)

 

Reporter : Sutono Abdilla
Editor : Lutfiyu Handi

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.