KABAR mengejutkan datang dari sektor kelistrikan Indonesia. Rata-rata hari operasi produksi (HOP) batu bara untuk pembangkit saat ini berada di level 10 hari operasi. Padahal, idealnya HOP batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berada di level 25 hari operasi.Kondisi ini disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang memangkas kuota produksi batu bara tahun ini menjadi 600 juta ton. Diketahui, data terbaru menunjukkan terdapat sekitar 265 unit PLTU yang beroperasi, dengan kapasitas total mencapai 54,68 gigawatt (GW). Menanggapi hal itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjamin stok batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO), khususnya pembangkit listrik. Waspada mati lampu skala nasional. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/27022026.pdf



.jpg)

.jpg)
