27 February 2026

Get In Touch

Catat! Beda Cara Keringkan Sepatu Kulit dan Sneakers

Catat! Beda Cara Keringkan Sepatu Kulit dan Sneakers

SURABAYA ( LENTERA ) - Musim hujan menghadirkan persoalan kecil yang kerap berujung merepotkan yaitu sepatu basah. Di tengah aktivitas yang menuntut mobilitas, hujan deras, genangan air, hingga banjir membuat alas kaki mudah lembap, berbau, dan tidak nyaman digunakan. 

Sepatu bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan penopang kenyamanan sekaligus kepercayaan diri saat beraktivitas. Karena itu, ketika sepatu terendam air, persoalannya bukan hanya estetika, tetapi juga fungsi.

Banyak orang yang ingin mengeringkan secara instan, dengan cara dijemur langsung di bawah matahari atau didekatkan ke sumber yang panas. Cara ini bukanlah cara yang efektif dan bisa merubah bentuk sepatu, lem terkelupas, warna memudar, hingga material rusak permanen.

Sepatu memiliki karakter yang berbeda. Sneakers dengan bahan kanvas atau mesh membutuhkan perawatan yang tidak sama dengan sepatu yang berbahan kulit yang tentunya lebih sensitif. Jika terjadi kesalahan saat mengeringkan sepatu menyebabakan risiko bau tak sedap, dan bisa memperpendek usia sepatu.

Agar sepatu tetap awet, nyaman, dan tetap tampil maksimal meskipun melawati hujan dan banjir, penting sekali mengetahui cara mengeringkan sepatu yang tepat dengan jenisnya. Melalui cara yang sederhana dan benar, sepatu bisa kembali kering dan tidak merusak bentuk dan kualitasnya.
Berikut cara untuk mengeringkan sneakers dan sepatu kulit dengan cepat dan aman yang dilansir dari beberapa sumber.

Mengeringkan Sneakers yang Basah
Sneakers yang biasanya menggunakan material kanvas, mesh, atau kombinasi sintetis yang relatif lebih fleksibel, tetapi tetap membutuhkan perwatan yang khusus.

Bersihkan dari Kotoran Sejak Awal
Jika Sneakers terkena air banjir, di bilas terlebih dahulu menggunakan air bersih untuk menghilangkan lumpur dan sisa kotoran. Gunakan sikat yang lembut agar material tidak cepat rusak.

Melepas tali dan insole
Melepaskan tali dan insole membantu agar sirkulasi udara berjalan agar lebih baik dan bisa mempercepat proses pengeringan. Insole yang lembap sering menjadi penyebab utama munculnya bau tak sedap.

Isi bagian dalam dengan menggunakan kertas atau handuk
Maukkan koran, tisu tebal, atau handuk kecil ke dalam sepatu. Cara ini dilakukan karena bisa menyerap air, cara ini juga bisa membantu bentuk seneakers agar tidak cepat mengempis.

Angin-anginkan, jangan dijemur langsung
Hindarkan dari sinar matatahari langsung, perkara ini bisa membuat warna seneakers memudar dan lem cepat rusak. Angin-anginkan di tempat yang teduh dan mempunyai aliran udara yang bagus.

Gunakan kipas angin untuk hasil yang lebih praktis
Letakkan sneakers di depan kipas angin atau air purifier yang mempunyai fitur ‘laudry’ supaya lebih merata dan aman tanpa panas yang berlebih.

Cara Mengeringkan Sepatu Formal Berbahan Kulit
Sepatu kulit membutuhkan perhatian yang cukup ekstra karena material yang digunakan cukup sensitif terhadap panas dan air yang berlebihan.

Lap, tidak boleh disiram
Jika sepatu berbahan kulit terkena hujan atau cipratan air banjir, cukup lap permukaannya dengan kain kering dan bersih. Jangan siram langsung menggunakan air karena berisiko merusak tekstur kulit.

Keringkan secara alami
Letakkan sepatu pada ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang baik. Jangan langsung dijemur sepatu kulit di bawah matahari atau dekat dengan sumber yang panas karena bisa membuat kulit retak dan teksturnya kaku.

Gunakan shoe tree atau kertas
Masukkan shoe tree kayu atau kertas ke dalam sepatu untuk menyerap kelembapan sekaligus menjaga bentuk sepatu agar tetap rapi.

Diamkan sampai kering sebelum dipoles 
Setelah sepatu kering sempurna, aplikasikan shoe cream atau leather conditioner agar kelembapan alami kulit kembali dan sepatu tetap terlihat mengilap.

Hindari penggunaan hair dryer dan mesin pengering
Panas berlebih adalah musuh utama sepatu kulit. Cara instan justru bisa membuat sepatu cepat rusak dan kehilangan daya tahannya. (Itqiyah_Mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.