26 February 2026

Get In Touch

Tunjuk Tukang Becak hingga Petugas Kebersihan Jadi Model, UMKM Kota Malang Tawarkan Fashion Inklusif

Dua Petugas Kebersihan gedung Malang Creative Center (MCC) menjadi model salah satu UMKM Fashion Kota Malang. (dok. Da Silva Batik)
Dua Petugas Kebersihan gedung Malang Creative Center (MCC) menjadi model salah satu UMKM Fashion Kota Malang. (dok. Da Silva Batik)

MALANG (Lentera) - UMKM Kota Malang, Da Silva Batik, menghadirkan konsep berbeda dalam memasarkan produknya. Tak menggunakan artis atau model profesional, pelaku usaha ini justru menunjuk tukang becak hingga petugas kebersihan sebagai model busana, menawarkan fashion yang inklusif dan membumi.

Founder Da Silva Batik, Claudio Dino Da Silva, mengatakan pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Ia menilai penggunaan artis atau figur publik kerap menimbulkan persepsi bahwa pakaian terlihat bagus karena dikenakan oleh sosok terkenal.

"Kalau produk saya terlalu menggunakan model yang sudah terkenal atau artis, kesannya akan 'oke, bagus karena yang menggunakan juga artis'," ujarnya, dikutip pada Sabtu (21/2/2026).

Menurut Dino, ia ingin membangun pesan busana yang diproduksinya dapat dikenakan oleh siapa saja. Dengan menghadirkan orang-orang biasa sebagai model, Dino berharap masyarakat tidak merasa ragu atau skeptis saat ingin mengenakan produknya.

"Kalau orang umum, orang biasa saja yang menjadi model dan ternyata pantas-pantas saja, berarti semua orang bisa merasa bagus mengenakannya. Tidak ada pemikiran 'pantas bagus karena modelnya artis, kalau saya belum tentu bagus'," jelasnya.

Konsep tersebut juga selaras dengan fokus Da Silva Batik pada make over atau transformasi penampilan. Dino menyebut, pendekatan ini ingin menunjukkan setiap orang memiliki potensi tampil percaya diri ketika mengenakan busana yang tepat.

Untuk edisi Ramadan 2026 ini, pihaknya meluncurkan koleksi Gamis Bordir dengan motif bunga khas Malang dan Tas Makram. Dalam peluncuran tersebut, dua petugas kebersihan di Gedung Malang Creative Center (MCC) didapuk menjadi model utama koleksi tersebut.

Sebelumnya, Dino juga mengaku pernah menggandeng seorang tukang becak asal Dampit, Kabupaten Malang, sebagai model produk batiknya. Langkah ini, katanya, menjadi bagian dari komitmen menghadirkan representasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Tak hanya itu, Dino juga mengaku pernah berkolaborasi dengan Sugeng Tumblr, konten kreator yang dikenal lewat pantun 'Gunung Bromo, Gunung Kelud'. Sugeng saat itu mengenakan koleksi Baju Koko edisi Ramadan 2025 dari Da Silva Batik. 

Dino menilai, sosok Sugeng yang awalnya dikenal unik, ternyata mampu tampil bergaya dan percaya diri saat mengenakan busana produksinya.

Berdiri sejak 2017, Da Silva Batik merupakan salah satu UMKM Kota Malang yang terus berkembang di sektor fashion berbasis batik. Produk yang dihasilkan tidak terbatas pada busana formal, tetapi juga dikreasikan menjadi jaket bomber hingga outer, sehingga dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

Tak hanya menyasar pasar lokal, UMKM ini juga berhasil menembus pasar luar negeri. Malaysia dan Taiwan menjadi dua negara yang secara konsisten menjadi pasar bagi produk batiknya. (*)


Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.