04 February 2026

Get In Touch

Hypocaust, Penemuan Jenius yang Membuat Bangsa Romawi Gila Kemewahan

Hypocaust, Penemuan Jenius yang Membuat Bangsa Romawi Gila Kemewahan

SURABAYA ( LENTERA ) - Hypocaust merupakan sistem pemanas lantai yang digunakan oleh bangsa Romawi kuno dan dianggap sebagai salah satu inovasi paling canggih pada masanya. Sistem ini bekerja dengan mengalirkan udara panas dari tungku melalui ruang kosong di bawah lantai yang ditopang oleh pilar-pilar kecil dari bata. 

Panas tersebut kemudian menyebar ke seluruh ruangan, terutama pada pemandian dan rumah-rumah elite Romawi. Hingga kini, sisa-sisa sistem hypocaust masih dapat ditemukan oleh para arkeolog sebagai bukti kemajuan teknologi Romawi kuno.

“Sistem hypocaust sangat penting untuk kita pertimbangkan ketika kita memikirkan rumah-rumah Romawi,” jelas Hannah Platts di laman History Extra. “Sistem ini penting bagi mereka: bahwa itu memanaskan kamar mandi dan ruang-ruang lainnya.”

Namun, penggunaan hypocaust tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Sistem ini hanya dimiliki oleh kalangan tertentu karena biaya pembuatannya yang mahal dan perawatannya yang rumit. Oleh karena itu, keberadaan pemanas lantai ini bukan sekadar alat untuk menghangatkan ruangan, tetapi juga menjadi simbol kemewahan, status sosial, dan kekuasaan di masyarakat Romawi pada masa itu.

 “Hypocaust digunakan untuk memanaskan rumah melalui pemanas lantai. Tapi sebenarnya kita memiliki sejumlah rumah di mana kita memiliki bukti adanya ubin cerobong asap di dinding,” tambah Platts. “Jadi kita tahu bahwa hypocaust juga dapat memanaskan dinding ruangan.”

Hypocaust Romawi kuno pertama kali tercatat pada abad pertama SM dan dikembangkan oleh insinyur yang bekerja untuk tokoh seperti Marcus Agrippa pada masa Augustus. 

Sistem ini awalnya digunakan di pemandian umum, lalu menyebar ke vila-vila pribadi kalangan kaya di seluruh kekaisaran. Pada abad kedua Masehi, hypocaust menjadi fitur standar arsitektur elite dari wilayah Mediterania hingga perbatasan Inggris.

“Yang juga dianggap mewah adalah cara orang menghabiskan kekayaan mereka dengan cara lain,” jelas Platts. “Saya memikirkan pakaian modis, atau perhiasan atau batu permata yang rumit. Orang Romawi menyukai amber. Mereka menyukai mutiara. Mereka sangat menyukai berlian mentah seperti kita semua dan barang-barang impor: gading yang diimpor dari Afrika, sutra yang diimpor dari dekat Tiongkok.”

Jangkauan global kekaisaran Romawi memicu selera mereka akan barang-barang eksotis. Memiliki barang-barang mewah ini, makan hidangan berbumbu dan berpakaian sutra, berarti mewujudkan kemewahan kekaisaran. (Ella-UINSA, berkolaborasi dalam tulisan ini)


 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.