INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) makin terpeleset hingga penutupan perdagangan Senin (2/2/2026). Hal ini berlawanan dengan proyeksi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya memperkirakan pasar menguat membuka Februari. Diketahui, IHSG dibuka melemah di kisaran 8.259, sempat terperosok ke bawah 7.900, sebelum ditutup turun 4,88 persen di level 7.922,73. Tekanan jual dinilai mencerminkan kehati-hatian investor yang belum percaya pada daya tahan pasar modal Indonesia. Istana menyatakan Presiden Prabowo Subianto tidak marah, namun tentu saja kesal melihat pasar merespons dingin upaya stabilisasi tersebut. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sudah memberikan janji kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk memperbaiki transparansi pasar saham. Komitmen itu mencakup pembukaan data kepemilikan saham di atas 1 persen, perincian klasifikasi investor dari sembilan menjadi 27 sub-tipe, serta rencana kenaikan porsi saham beredar bebas (free float) secara bertahap. Pemerintah juga menegaskan tidak mentolerir share pricing yang merupakan praktik spekulatif atau saham gorengan manipulatif. Morat-maritnha sektor keuangan inipun dapat 'menambah beban fiskal' dan melebar pada sektor riil yang menyasar masyarakat. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/03022026.pdf



.jpg)
.jpg)
.jpg)
