KUDUS (Lentera) - Dari 131 siswa SMA Negeri (SMAN) 2 Kudus, Jawa Tengah yang mengalami keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih ada lima siswa yang menjalani perawatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus mengatakan mayoritas siswa yang sebelumnya sempat menjalani perawatan sudah diperbolehkan pulang.
"Hingga Minggu (1/2/2026) sore jumlah pasien yang masih menjalani perawatan ada lima anak. Sedangkan lainnya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Hari ini dimungkinkan juga ada perubahan data," kata Sekretaris Dinkes Kabupaten Kudus Nuryanto di Kudus, Senin (2/2/2026).
Kelima siswa tersebut masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit, yakni dua pasien di RSUD Loekmono Hadi Kudus, satu pasien di RS Mardi Rahayu, satu pasien di RS Islam Sunan Kudus, serta satu pasien di RS Sarkies Aisyiyah.
Sebelumnya, jumlah siswa SMAN 2 Kudus yang mengalami dugaan keracunan dan harus mendapatkan penanganan medis pada Kamis (29/1/2026) tercatat sebanyak 131 siswa. Dari jumlah tersebut, sebagian harus dirujuk dan menjalani rawat inap di sejumlah rumah sakit.
Rumah sakit rujukan bagi para siswa yang mengalami gejala mual, muntah, dan pusing kepala, setelah menyantap menu MBG tersebut meliputi RSUD Loekmono Hadi Kudus, RS Mardi Rahayu, RS Kartika, RS Kumala Siwi, RS Islam Sunan Kudus, RS Aisyiyah, dan RS Sarkies Aisyiyah.
Direktur RS Islam Sunan Kudus Ahmad Syaifuddin membenarkan hingga Minggu (1/2/2026) sore masih terdapat satu pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut. Sementara pasien lainnya telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.
"Awalnya ada tujuh pasien dari SMAN 2 Kudus yang dirawat inap di RSI Sunan Kudus, sekarang tersisa satu pasien. Namun untuk hari ini (2/2/2026) perlu dimutakhirkan datanya apakah masih ada sudah pulang," ujarnya melansir antara.
Dari total lebih dari seratus siswa yang dirujuk pada Kamis (29/1/2026), tercatat 47 siswa harus menjalani rawat inap. Namun, seiring penanganan medis yang dilakukan secara intensif, kondisi kesehatan para siswa berangsur membaik dan secara bertahap diperbolehkan pulang.
Untuk menangani kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus bersama TNI dan Polri bergerak cepat dengan mengerahkan seluruh armada ambulans menuju SMAN 2 Kudus guna mengevakuasi dan membawa para siswa ke rumah sakit terdekat. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
