04 February 2026

Get In Touch

Rahma Noviarini, Figur Olahraga–Politik yang Masuk Pengembangan Kasus OTT Maidi

Rahma mengenakan baju putih dan jilbab pink usai prosesi pelantikan Pengurus PBSI Kota Madiun masa bakti 2025–2029 di Gedung GCIO, Selasa (23/12/2025). Wali Kota Madiun Dr. Maidi turut hadir dalam kegiatan tersebut. ( Sumber: Instagram @pemkotmadiun_ )
Rahma mengenakan baju putih dan jilbab pink usai prosesi pelantikan Pengurus PBSI Kota Madiun masa bakti 2025–2029 di Gedung GCIO, Selasa (23/12/2025). Wali Kota Madiun Dr. Maidi turut hadir dalam kegiatan tersebut. ( Sumber: Instagram @pemkotmadiun_ )

MADIUN (Lentera) – Nama Rahma Noviarini mencuat seiring pengembangan penyidikan kasus operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Rumah Rahma di Kota Madiun digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa malam (27/1/2026), sebagai bagian dari penelusuran jejaring pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan para tersangka.

Hingga kini, KPK belum menetapkan status hukum Rahma. Ia masih diposisikan sebagai pihak yang keterangannya didalami dalam pengembangan perkara.

Rumah Rahma yang berada di Jalan Setiaki Nomor 26, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, menjadi salah satu titik penggeledahan. Dari lokasi tersebut, penyidik mengamankan satu unit mobil mewah merek Mercedes-Benz dan satu unit mobil Mitsubishi Pajero yang kemudian dititipkan di Markas Polres Madiun Kota.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penggeledahan dilakukan untuk kepentingan penyidikan dan pengumpulan alat bukti. “Belum ada jadwal pemeriksaan saksi. Lanjutan penyidikan, baru rangkaian geledah,” ujar Budi.

Rahma Noviarini merupakan perempuan kelahiran Kota Madiun, 5 November 1982. Ia dikenal aktif di berbagai bidang, mulai dari olahraga hingga politik.

Sejak Desember 2025, Rahma menjabat sebagai Ketua Pengurus Kota Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Madiun periode 2025–2029. Ia dilantik pada 23 Desember 2025 di Gedung GCIO, Kota Madiun.

Selain di dunia olahraga, Rahma juga tercatat pernah terjun ke dunia politik. Pada Pemilu 2024, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang melalui Partai Golkar.

Rahma maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5 yang meliputi Kecamatan Dau, Wagir, Pujon, Karangploso, Ngantang, dan Kasembon. Berdasarkan data dari laman resmi KPU, ia memperoleh 1.497 suara.

Berdasarkan penelusuran Lentera.co, terdapat pula unggahan Rahma di media sosial yang menampilkan dirinya mengenakan pakaian dinas dengan atribut Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Madiun terkait status kepegawaiannya.

Seorang teman sekolah Rahma, yang meminta identitasnya disamarkan, mengaku terkejut dengan perubahan gaya hidup Rahma dalam beberapa tahun terakhir.
“Dulu kami satu sekolah. Saya heran, kok sekarang bisa tiba-tiba beli ini-itu dan hidupnya terlihat glamor,” ujar sumber tersebut, Kamis (29/1/2026).

Menurut sumber itu, perubahan kehidupan Rahma sempat menjadi bahan perbincangan di kalangan teman-teman sekolahnya. “Di grup teman sekolah dulu sempat jadi omongan juga,” katanya.

Kasus yang dikembangkan KPK menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah, serta pihak swasta Rochim Ruhdiyanto. KPK menduga terjadi praktik suap dan/atau gratifikasi terkait pengurusan proyek infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.

KPK menegaskan penyidikan perkara ini masih terus berjalan. Lembaga antirasuah memastikan setiap pihak yang diduga terlibat akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (*)

 

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo
Editor : Lutfiyu Handi 

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.