27 January 2026

Get In Touch

Crane Kereta Cepat Thailand Ambruk, 30 Orang Tewas

Petugas penyelamat bekerja mencari jenazah di lokasi kecelakaan kereta api akibat derek konstruksi roboh dan menimpa gerbong-gerbongnya, menyebabkan beberapa korban jiwa, di distrik Sikhio, provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand (Reuters)
Petugas penyelamat bekerja mencari jenazah di lokasi kecelakaan kereta api akibat derek konstruksi roboh dan menimpa gerbong-gerbongnya, menyebabkan beberapa korban jiwa, di distrik Sikhio, provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand (Reuters)

SURABAYA (Lentera) -Sebuah derek konstruksi atau crane proyek kereta cepat di Bangkok, Thailand ambruk menimpa kereta yang sedang melaju. Setidaknya 30 orang tewas akibat kejadian tersebut. Dilansir dari Bangkok Post, insiden tersebut terjadi pada pukul 09.05 pagi waktu setempat.

Perusahaan kereta api di Thailand (State Railway of Thailand/SRT) melaporkan bahwa kereta ekspres Bangkok-Ubon Ratchathani awalnya melewati jalur kereta Ban Thanon Kod, di distrik Sikhiu, sekitar 230 kilometer Timur Laut Bangkok.

Kereta itu membawa 195 penumpang dan awak serta melaju dengan kecepatan 120 kilometer per jam. Nahas, sebuah crane jatuh menimpa dua gerbong kereta yang sedang melintas. Akibatnya gerbong-gerbong tergelincir dan terbakar.

Crane itu digunakan untuk mengangkat balok beton untuk jalur kereta cepat layang. Crane pertama kali jatuh ke gerbong 2 kereta, yang berisi 40 penumpang. 

Api kemudian berkobar. Kondisi tersebut menyulitkan evakuasi. Ditambah, kereta ber-AC itu memiliki pintu dan jendela otomatis elektrik yang tidak dapat dibuka secara manual.

Warga setempat yang berada di lokasi kejadian, Mitr Intrpanya mengatakan dirinya mendengar suara keras seperti sesuatu yang meluncur dari atas. Kemudian, terjadi dua ledakan.

“Ketika saya pergi untuk melihat apa yang terjadi, saya menemukan crane itu berada di atas kereta penumpang dengan tiga gerbong,” kata pria berusia 54 tahun itu dilansir Bangkok Post.

Tim penyelamat kemudian datang menggunakan alat pemotong hidrolik untuk menangani penumpang yang terjebak di reruntuhan. Tim pun kemudian membawa penumpang ke rumah sakit terdekat.

Gubernur Nakhon Ratchasima, Anupong Suksomnit mengatakan jumlah korban yang tewas dari kejadian itu mencapai 30 orang. Kemudian, sekitar 60 hingga 70 orang lainnya terluka, dengan delapan orang di antaranya dalam kondisi kritis. 

Tim penyelamat sendiri telah memperkirakan masih ada sekitar lima penumpang lagi yang terjebak di reruntuhan.

Menteri Perhubungan Thailand Phiphat Ratchakitprakarn mengatakan ia telah memerintahkan SRT untuk menyelidiki penyebab runtuhnya crane. SRT pun disebutkan akan membentuk komite pencari fakta untuk menentukan penyebab jatuhnya crane dalam kurun waktu 15 hari.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan kepada wartawan bahwa pengawas proyek akan dimintai pertanggungjawaban.

“Insiden semacam ini terjadi sangat sering,” katanya di Bangkok.

Diketahui, crane itu milik Italian-Thai Development Plc. yang menjadi kontraktor tunggal dalam proyek jembatan untuk kereta cepat. Pembangunan jembatan masuk ke dalam bagian pertama proyek kereta api cepat, yakni Bangkok-Nakhon Ratchasima.

Proyek itu menelan biaya US$5,4 miliar yang telah mengalami banyak penundaan sejak pengerjaan pertama kali pada 2017. Proyek kereta api cepat Thailand-China itu akan menghubungkan Bangkok ke Kunming di China melalui Laos dan kemungkinan rampung pada 2030 (*)

Editor: Arifin BH/Bisnis

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.